BREAKING NEWS
 

Antrean Haji Diusulkan Sama Untuk Seluruh Indonesia

Andhyka Muttaqin: Beberapa Persoalan Mungkin Akan Muncul

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Kamis, 2 Oktober 2025 07:15 WIB
Andhyka Muttaqin, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Brawijaya. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apa tanggapan Anda dengan usulan penyamarataan masa tunggu haji 26,4 tahun untuk seluruh provinsi?

Secara prinsip, menyamaratakan masa tunggu bertujuan adil, karena semua provinsi mendapat perlakuan yang sama, tidak ada wilayah yang antre puluhan tahun sementara yang lain hanya belasan tahun. Namun, “adil” memiliki beberapa dimensi. Adil secara kesempatan, berarti semua orang punya peluang yang sama. Adil secara kebutuhan, berarti memperhatikan bahwa beberapa daerah memiliki jumlah pendaftar jauh lebih besar atau kondisi ekonomi berbeda. Adil secara proses, berarti aturan ditetapkan secara transparan.

Apakah hal ini sejalan dengan Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah?

Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Penyamarataan Antrean Untuk Keadilan Jemaah

Prinsip umum undang-undang adalah penyelenggaraan haji harus adil, transparan, dan akuntabel. Pemerintah menyebut bahwa perhitungan kuota provinsi tetap mengacu pada ketentuan undang-undang, sehingga penyamarataan dimaksudkan untuk menerapkan prinsip keadilan itu. 

Potensi masalah apa yang bisa timbul jika kuota provinsi berubah drastis?

Beberapa masalah mungkin muncul. Pertama, kegaduhan politik dan sosial di daerah yang kuotanya turun drastis karena pasti ada protes warga serta tekanan ke DPR maupun Pemerintah. Kedua, kepastian administratif, karena data pendaftar, daftar tunggu lama, serta mekanisme alih kuota harus diperbarui sehingga bisa memunculkan konflik data. Ketiga, gangguan keuangan calon jemaah, di mana orang yang sudah menabung untuk tahun tertentu harus menunda lagi sehingga berdampak pada ekonomi mikro. Keempat, risiko manipulasi baru jika implementasi aturan tidak kuat, misalnya upaya memindahkan pendaftar ke provinsi lain. 

Baca juga : Jangan Ada Yang Dirugikan

Apa dampak yang akan timbul di tengah masyarakat?

Dampaknya nyata dan beragam, mulai dari kekecewaan, stres, hilangnya kepercayaan pada penyelenggara, hingga rasa dirampas usahanya karena tabungan dan rencana hidup terganggu. Bagi keluarga yang mengatur warisan, cuti, atau rencana kesehatan di usia lanjut, penundaan berarti beban mental dan logistik tambahan. Oleh karena itu, penting ada kompensasi non-finansial seperti prioritas di tahun berikutnya atau akses informasi yang jelas, serta bantuan komunikasi agar perasaan mereka diakui.

Lantas, strategi komunikasi Pemerintah yang seperti apa agar kebijakan ini dipahami dan tidak menimbulkan kegaduhan?

Baca juga : Menag Janji Perketat Pengawasan Bangunan

Ada beberapa langkah praktis. Pertama, sosialisasi awal yang luas untuk menjelaskan tujuan, manfaat, mekanisme, dan dampaknya kepada publik di semua provinsi, baik melalui forum maupun media lokal dan nasional. DPR sendiri sudah meminta adanya sosialisasi massif. Kedua, transparansi data, dengan menunjukkan perhitungan kuota dan simulasi agar publik bisa melihat angka-angkanya secara jelas. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 2 Oktober 2025 dengan judul "Antrean Haji Diusulkan Sama Untuk Seluruh Indonesia, Andhyka Muttaqin: Beberapa Persoalan Mungkin Akan Muncul"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense