BREAKING NEWS
 

Wacana Koalisi Permanen Apa Mungkin Terlaksana?

Rendy Umboh: Banyak Kepentingan, Bakal Sulit Terbentuk

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Kamis, 11 Desember 2025 07:15 WIB
Rendy Umboh, Kornas JPPR. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Bagaimana tanggapan Anda terkait usulan dari beberapa partai untuk membentuk koalisi permanen?

Dengan situasi dan kondisi perpolitikan di Indonesia saat ini rasanya sulit untuk membangun koalisi permanen yang betul-betul permanen, ya. Setiap mendekati pemilu, gagasan dan ide untuk membentuk koalisi permanen selalu muncul, tetapi faktanya tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Kenapa begitu?

Baca juga : Viva Yoga Mauladi: PAN Satu Pemikiran Dengan Usul Golkar

Karena masing-masing partai itu mempunyai kepentingannya sendiri-sendiri. Jika tidak sesuai dengan kepentingannya, maka akan terancam bubar. Bahkan, bisa layu sebelum berkembang.

Mungkin publik masih ingat ketika pemilu lalu, yakni PPP, PAN dan Golkar ingin membentuk koalisi permanen. Ketiga partai ini intens menjalin komunikasi dan pertemuan untuk menyamakan persepsi dan kepentingan. Tapi, ujung-ujungnya bubar juga.

Koalisi itu umurnya paling lama 5 tahun, setelah itu pisah. Setelah pemilu baru koalisi lagi. Karena basisnya adalah kepentingan.

Baca juga : DPR: Tambah Anggaran TKD

Jika memang sulit membangun koalisi permanen, lalu kenapa setiap tahun selalu muncul gagasan tersebut?

Saya kira gagasan itu hanya lip service saja atau sengaja ingin mewanti-wanti agar koalisi yang berjalan saat ini tidak pecah. Saya kira wajar saja jika ada kekhawatiran kalau koalisi bisa retak, karena pada Pilpres 2029 tidak ada ambang batas pencalonan presiden alias nol persen. Artinya semua partai peserta pemilu berhak mencalonkan capres dan cawapresnya.

Apalagi kalau isu dan wacana koalisi permanen ini dibahas di RUU Pemilu rasa sulit, ya?

Baca juga : Golkar Riau Beri Karpet Merah Kepada Para Kepala Daerah

Saya kira belum ada kepentingan untuk memasukkan koalisi permanen ke dalam RUU Pemilu. Lagian, kalau koalisi permanen masuk dalam UU Pemilu itu sama saja membelenggu partai politik itu sendiri.

Dan yang jauh lebih penting adalah tidak ada proses check and balances di parlemen jika koalisi permanen itu terjadi. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 11 Desember 2025 dengan judul "Wacana Koalisi Permanen Apa Mungkin Terlaksana? Rendy Umboh: Banyak Kepentingan, Bakal Sulit Terbentuk"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense