Dark/Light Mode

Dibeberkan Menteri Wihaji

Aduh, 8,6 Juta Keluarga Berisiko Kena Stunting

Kamis, 11 Desember 2025 06:35 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) / Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji memberikan sambutan pada Ajang GENTING Collaboration Summit 2025 kategori media cetak di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Foto:  RIZKI SYAHPUTRA / RM
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) / Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji memberikan sambutan pada Ajang GENTING Collaboration Summit 2025 kategori media cetak di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Foto: RIZKI SYAHPUTRA / RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyatakan terdapat 8,6 juta keluarga berisiko stunting di Indonesia. Untuk mempercepat pencegahan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) memperkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai langkah intervensi langsung yang melibatkan masyarakat.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji menegaskan, Indonesia saat ini memiliki 8,6 juta Keluarga Risiko Stunting (KRS). Menurut dia, stunting berdampak pada pertumbuhan tinggi badan, kesehatan, hingga kemampuan kognitif anak.

“IQ bisa berada di bawah 78. Menurut dokter, hanya 20 persen yang bisa dipulihkan. Sisanya tidak,” kata Wihaji saat GENTING Collaboration Summit 2025 yang digelar Kemendukbangga di Hotel JS Luwansa, Rasuna Said, Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Baca juga : Bantu Korban Bencana, Pegadaian Beri Internet Gratis Di Kantor Cabang

Prevalensi stunting nasional saat ini berada pada angka 19,8 persen. Pemerintah menargetkan penurunan menjadi 18,8 persen pada tahun ini dan 14 persen pada 2029.

“Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut menyelamatkan banyak keluarga. Target kami tahun ini satu juta keluarga. Alhamdulillah, sudah mencapai 1,5 juta keluarga yang terselamatkan,” ujar Wihaji.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, berbagai pihak telah berperan memberikan dukungan gizi bagi keluarga berisiko stunting di sejumlah wilayah.

Baca juga : Danantara Dan BP BUMN Tegaskan Solidaritas Untuk Korban Bencana

“Beberapa korporasi sudah menyalurkan dukungan gizi, termasuk di daerah terpencil yang belum terjangkau,” ucapnya.

Dia menjelaskan, stunting tidak hanya dipengaruhi faktor gizi, tetapi juga akses air bersih, sanitasi, dan fenomena pernikahan usia anak. Di beberapa wilayah, kondisi sanitasi masih sangat buruk. Ada MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang menyatu dengan tempat tidur dan dapur, dan ini sangat berisiko memicu stunting.

Mantan Bupati Batang, Jawa Tengah itu menilai, GENTING memiliki peran penting dalam percepatan penurunan stunting. Program tersebut meliputi pemenuhan gizi, penyediaan air bersih, edukasi pola asuh dan bantuan sanitasi dasar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.