Dark/Light Mode

Sambut Pemilu 2029

Karakter Pemilih Berubah, KPU Dalami Pentingnya AI

Kamis, 11 Desember 2025 06:40 WIB
Anggota KPU, August Mellaz. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Anggota KPU, August Mellaz. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memulai persiapan menyambut Pemilu 2029. Di antaranya dengan mewaspadai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan KPU, pemilih dari kelompok Generasi Z dan milenial diperkirakan akan mencapai 60-70 persen pada 2029. 

“Mereka adalah generasi-generasi baru yang tidak lagi terikat dengan model-model kelembagaan konvensional,” kata Mellaz dalam acara Media Gathering KPU RI bertema Sinergi Pilar Demokrasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/12/2025) malam. 

Baca juga : Bantu Korban Bencana, Pegadaian Beri Internet Gratis Di Kantor Cabang

Mellaz mengatakan, pada Pemilu dan Pilkada 2024, jumlah pemilih Gen Z mencapai 204 juta atau sekitar 58 persen. Ke depan, kata dia, berdasarkan data BPS dengan pertambahan jumlah penduduk, pada 2029 proporsi Gen Z dan milenial diprediksi naik menjadi 60-70 persen. 

Perubahan karakter pemilih ke arah digital, kata Mellaz, membuat penyelenggara Pemilu harus mengubah cara kerja agar tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan pemilih. 

“Salah satunya, KPU perlu memperhatikan tren kecerdasan buatan (AI) yang menjadi tantangan baru dalam demokrasi elektoral,” tuturnya. 

Baca juga : Danantara Dan BP BUMN Tegaskan Solidaritas Untuk Korban Bencana

Mellaz mengatakan, Pemilu dan Pilkada 2024 beruntung belum terkena dampak langsung dari aksi manipulasi digital berbasis AI. Namun, kata dia, pada Pemilu 2029 diperkirakan sulit terhindar dari ancaman tersebut. 

“Perkembangan AI punya potensi sangat serius mengganggu stabilitas demokrasi elektoral negara,” ujarnya. 

Mellaz mencontohkan kasus di Slovakia pada 2023, ketika video deepfake yang meniru salah satu kandidat, nyaris mengguncang hasil Pemilu. Gangguan serupa terus meningkat di Eropa hingga puncaknya pada 2025. 

Baca juga : Api Cepat Berkobar, Asap Persulit Penyelamatan

“Dengan mayoritas pemilih digital native, ancaman manipulasi informasi berbasis AI diperkirakan akan semakin menantang. Kita sudah tidak bicara lagi teknologi informasi, tetapi sudah bicara artificial intelligence (AI),” ujarnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.