Dark/Light Mode

Wacana Koalisi Permanen Apa Mungkin Terlaksana?

Viva Yoga Mauladi: PAN Satu Pemikiran Dengan Usul Golkar

Kamis, 11 Desember 2025 07:10 WIB
Viva Yoga Mauladi, Wakil Ketua Umum PAN. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Viva Yoga Mauladi, Wakil Ketua Umum PAN. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Gagasan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia untuk membentuk koalisi permanen dalam rangka mewujudkan stabilitas politik di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendapatkan respon beragam dari partai politik.

Ada yang menyambut baik usulan tersebut, ada juga yang menolaknya. Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni salah satu yang mengapresiasi usulan Bahlil. Bahkan, ia menilai gagasan tersebut sangat baik.

“Usulan yang sangat baik,” kata Sahroni, Minggu (7/12/2025). Partai NasDesm, dikatakan Sahroni, tetap bersama dan mendukung penuh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sampai akhir masa jabatan. “Itu perintah Ketua Umum NasDem kepada kami di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Baca juga : DPR: Tambah Anggaran TKD

Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) Guntur Romli mengingatkan jangan sampai koalisi yang disebut dengan permanen tersebut akan menjerumuskan kepada kekuasaan yang absolut.

“Dan jangan lupa, kekuasaan absolut bisa juga merusak power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely,” ungkapnya.

Kendati begitu, PDIP tetap pada sikap politiknya, yakni berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang.

Baca juga : Golkar Riau Beri Karpet Merah Kepada Para Kepala Daerah

“Mau bentuk koalisi permanen atau apapun namanya. Itu di luar komentar kami, kami lebih ke sikap sebagai politik penyeimbang,” ucapnya.

Bagaimana dengan sikap PAN? Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Viva Yoga Mauladi juga ikut mengapresiasi usulan koalisi permanen yang disuarakan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil.

Sementara, Kornas Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) Rendy Umboh tidak yakin jika koalisi permanen akan terbentuk dan solid. Sebab, masing-masing partai mempunyai kepentingan yang berbeda. “Rasanya agak susah membangun koalisi permanen yang betul-betul permanen,” ujar dia.

Baca juga : RI Sediakan Payung Hukum Perlindungan Anak Di Medsos

Untuk melihat lebih jauh mengenai pandangan Viva Yoga Mauladi terkait dengan wacana membentuk koalisi permanen, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.