RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperketat standar kesehatan untuk calon jemaah haji tahun 2026. Kemampuan kesehatan atau istitha’ah, kini jadi penentu utama sebelum pelunasan biaya haji.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak saat meninjau pemeriksaan istitha’ah di Puskesmas Nusa Indah, Bengkulu, Jumat (12/12/2025).
Dahnil mengingatkan, pengawasan Arab Saudi makin tegas. Jemaah yang tak memenuhi syarat berisiko dipulangkan saat pemeriksaan acak di bandara.
Dia melihat masih ada daerah yang bergerak lambat. Kondisi ini bisa berdampak pada pelunasan, karena status kesehatan menjadi dasar kelanjutan proses administrasi.
Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Aturan Ini Jadi Syarat Pelunasan Biaya Haji
Pemeriksaan tidak sekadar administratif, tetapi penentu kemampuan jemaah menjalankan ibadah.
“Maka kami mendorong akselerasi percepatan, karena perlambatan ikut mempengaruhi pelunasan,” ujarnya dalam siaran pers.
Dia menambahkan, percepatan istitha’ah butuh dukungan penuh dari Dinas Kesehatan daerah. Menurutnya, fasilitas kesehatan harus cepat serta tetap menjaga alur pemeriksaan tetap rapi agar pelunasan tidak terhambat.
“Kami minta sinergi Dinkes dan sarana pemeriksaan supaya prosesnya cepat,” imbuhnya.
Baca juga : Aktifkan Status Siaga Daerah
Saat dikonfirmasi, Dahnil menyebut pemeriksaan kesehatan bagi calon jemaah haji untuk musim haji tahun 2026 memang akan diperketat.
Dia menjelaskan, hal itu dilakukan agar jemaah yang berangkat adalah jemaah yang memiliki kemampuan, baik batin maupun fisik.
“Agar jemaah haji benar-benar dapat menjalankan ibadah haji secara sempurna,” ujar Dahnil kepada Rakyat Merdeka melalui pesan WhatsApp, Sabtu (13/12/2025).
Sementara itu, Ketua Komisi Nasional (Komnas) Haji Mustolih Siradj mengatakan, latar belakang kebijakan ini tidak bisa dipisahkan dari jumlah kematian jemaah haji dari seluruh dunia tahun lalu itu cukup tinggi. Indonesia juga termasuk tinggi.
Baca juga : Silakan Datang Ke Sorong Untuk Belajar Bertoleransi
“Jumlah kematian bukan hanya angka saja, namun jangan sampai ada kesan penyelenggaraan haji itu sebagai ajang prosesi kematian. Itu yang saya tangkap dari statement Kemenhaj Arab Saudi,” ujar Mustolih kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (13/12/2025).
Untuk mengetahui pernyataan Mustolih Siradj mengenai istitha’ah atau syarat kesehatan bagi calon jemaah haji, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.