RM.id Rakyat Merdeka - Taman-Taman di Jakarta dinilai elemen vital bagi keberlanjutan lingkungan hidup. Selain mengatasi persoalan banjir, taman kota cenderung menonjolkan fungsi estetika ketimbang berperan sebagai ruang publik aktif bagi warga.
Penilaian itu disampaikan oleh Pengamat Tata Kota dari Universitas Indonesia, M. Aziz Muslim. Terhadap penilaian tersebut, muncul dua pandangan pro kontra dari Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta.
Sebelumnya, M. Aziz Muslim menegaskan, keberadaan taman kota seharusnya dipahami terlebih dahulu dari urgensi dasarnya. Menurut dia, taman dan ruang terbuka hijau (RTH) bukan sekadar pelengkap visual kota, melainkan elemen vital bagi keberlanjutan lingkungan hidup.
“Sejatinya ruang terbuka hijau itu dibutuhkan untuk kepentingan keberlanjutan lingkungan hidup. Dengan adanya taman, ruang terbuka hijau, itu bisa menghasilkan oksigen, menyerap karbon dioksida, dan menjaga ketersediaan air tanah,” ujar Aziz, Rabu (21/1/2026), dikutip dari Kompas.com.
Baca juga : Senayan Soroti Nasib Para WNI Di Kamboja
Dia menjelaskan, ruang terbuka hijau berperan penting dalam menjaga siklus air di kawasan perkotaan. Tanpa air resapan yang memadai, air hujan sulit terserap dengan baik dan berpotensi memperparah persoalan banjir.
Selain fungsi ekologis, Aziz menilai taman seharusnya menjadi ruang bertemu, bersosialisasi, hingga mengekspresikan kegiatan seni dan budaya.
Namun, dalam praktiknya, posisi taman saat ini dinilai lebih sebagai estetika daripada sebagai ruang publik aktif. Aziz juga menyoroti cakupan RTH Jakarta yang diperkirakan masih di bawah 15 persen, jauh dari amanat undang-undang sebesar 30 persen.
Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Ida Mahmudah menilai Pemprov DKI terus berupaya mengaktifkan kembali taman untuk kebutuhan masyarakat.
Baca juga : BGN Wajibkan Kepala SPPG Rajin Turun Ke Lapangan
Dia optimistis di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, perawatan dan pengamanan taman akan diperketat agar benar-benar menjadi tempat bersosialisasi yang aman, bukan sekadar keindahan visual.
“Harapannya taman bisa diaktifkan kembali untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Ida kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (24/1/2026).
Di sisi lain, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bun Joi Phiau menilai, estetika saja tidak cukup. Dia sepakat bahwa distribusi taman belum merata dan fungsinya sebagai penyerap air serta ruang kegiatan komunitas harus lebih ditingkatkan.
“Apa artinya sebuah taman yang bagus kalau orang-orang yang mengunjunginya tidak bisa melakukan kegiatan bermanfaat,” tegas Bun Joi Phiau kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (24/1/2026).
Baca juga : Status TSK Mantan Sekjen DPR, KPK Pegang Alat Bukti Kuat
Untuk mengetahui pandangan Ida Mahmudah mengenai optimalisasi fungsi taman di Jakarta, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.