Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Sukses menjalankan transformasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom mengalami pertumbuhan positif dari sisi kinerja. Bahkan, valuasi nilai sahamnya melesat hingga 81 persen, menyentuh Rp 112 triliun-Rp 115 triliun dalam enam bulan terakhir pada 2025.
Tercatat, sebanyak 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode perdagangan 19-23 Januari 2026, saham Telkom menjadi penggerak IHSG terbesar.
Perusahaan berkode saham TLKM ini menyumbang 11,57 poin terhadap IHSG, dengan kenaikan harga 3,01 persen dan kapitalisasi pasar saham free float atau saham publik (Market Capitalization Free Float/MCFF) sebesar Rp 176,3 triliun.
Pada perdagangan Jumat (24/1/2026), saham Telkom ditutup menguat di level Rp 3.770 atau naik sekitar 0,8 persen.
Baca juga : Upaya Tuntaskan Banjir DKI Jangan Setengah-setengah
Secara teknikal, pergerakan harga masih konsisten bertahan di atas garis rata-rata (Moving Average).50 hari, menandakan tren jangka menengah tetap terjaga meski IHSG sempat mengalami koreksi.
Menyoal ini, Senior Investment & Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengamini, saham Telkom kembali menarik perhatian investor. Dalam beberapa hari terakhir, harga saham TLKM mengalami lonjakan signifikan.
“Hal ini mencerminkan optimisme pasar terhadap arah bisnis dan strategi jangka panjang perusahaan,” kata Nafan kepada Rakyat Merdeka, Minggu (25/1/2026).
Apalagi, kata Nafan, di tengah tantangan industri telekomunikasi yang terus berubah, Telkom menunjukkan bahwa inovasi dan efisiensi dapat menjadi kunci menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.
Baca juga : Liverpool Belum Menang Di 2026
Nafan melihat, secara garis besar pergerakan saham Telkom lebih dipengaruhi oleh dinamika makroekonomi global dan domestik, ketimbang faktor fundamental jangka pendek.
“Sentimen positif yang masih relevan adalah potensi peningkatan permintaan terhadap broadband connectivity, apalagi menjelang momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya mendorong trafik data,” jelasnya.
Menurut Nafan, jika ada koreksi pada harga saham berkode TLKM, hal itu masih tergolong wajar sebagai corrective wave dalam tren jangka panjang yang positif.
“Jika Telkom konsisten menjaga efisiensi operasional, itu akan mendukung perbaikan kinerja fundamental, sekaligus menjaga prospek sahamnya ke depan,” imbaunya.
Baca juga : Indonesia Masters 2026, Alwi Akhiri Puasa Gelar
Lebih lanjut Nafan mengatakan, Telkom sedang menjalankan transformasi besar dengan memangkas jumlah anak usaha dari sebelumnya 60 menjadi hanya 22 entitas pada 2027.
Langkah ini bertujuan memangkas tumpang tindih operasional dan menyederhanakan struktur organisasi, yang selama ini dinilai terlalu kompleks.
Dengan pendekatan ini, Telkom berusaha memperkuat inti bisnis dan meningkatkan profitabilitas melalui pengelolaan entitas yang lebih ramping dan efisien.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya