Sebelumnya
Taman di Jakarta dinilai lebih mengedepankan estetika ketimbang ruang publik bagi warga, apa tanggapan Anda?
Jika pembangunan taman mengedepankan unsur estetika, itu baik untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung. Akan tetapi, itu semua tidak cukup ke depannya.
Apa alasannya?
Masalah warga Jakarta bukan sekadar suka atau tidak pergi ke taman. Masalah lainnya yang krusial adalah fungsi taman sebagai ruang terbuka hijau (RTH) untuk menjaga kondisi lingkungan hidup di sekitarnya.
Baca juga : Ida Mahmudah: Aktifkan Taman Untuk Masyarakat
Terkait luas RTH di Jakarta yang masih di bawah target 30 persen, bagaimana pandangan Anda?
Memang hingga saat ini, Jakarta masih belum memenuhi tuntutan itu. Padahal target 30 persen RTH penting sekali untuk menjaga ekosistem dan keberlanjutan lingkungan di Jakarta.
Bagaimana Anda melihat keadilan distribusi pembangunan taman di berbagai wilayah Jakarta?
Pembangunan dan peremajaan taman cenderung dilakukan di tempat yang sudah maju seperti Jakarta Selatan dan Pusat. Sementara taman di Jakarta Barat, Utara, dan Timur masih membutuhkan lebih banyak perhatian.
Baca juga : Senayan Soroti Nasib Para WNI Di Kamboja
Anda mendorong agar taman menjadi ruang publik aktif, apa langkah konkret yang diusulkan?
Saya mendorong agar Pemprov DKI memanfaatkan taman untuk mengadakan acara. Pemprov bisa berkolaborasi dengan komunitas untuk mengadakan kegiatan seperti piknik bareng hingga olahraga bareng. Jadi, apa artinya sebuah taman yang bagus kalau orang-orang yang mengunjunginya tidak bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Taman harus benar-benar menjadi ruang publik yang hidup.
Lantas, bagaimana fungsi taman di Jakarta untuk resapan air hingga menanggulangi banjir?
Banjir belakangan ini menunjukkan kita butuh lebih banyak taman sebagai penyerap air. Taman hendaknya dibangun dengan menyediakan kolam retensi juga, khususnya di daerah-daerah yang rentan tergenang banjir. NNM
Baca juga : BGN Wajibkan Kepala SPPG Rajin Turun Ke Lapangan
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 26 Januari 2026 dengan judul "Taman Di Jakarta Dikritik, Lebih Banyak Estetikanya Dibanding Ruang Publik Aktif, Bun Joi Phiau: Kita Butuh Taman Sebagai Penyerap Air"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.