Sebelumnya
Di beberapa negara merebak virus Nipah. Bagaimana perkembangan di dalam negeri?
Berdasarkan pemantauan situasi global dan informasi dari WHO, saat ini (per 23/1) telah dilaporkan sebanyak 2 kasus konfirmasi dan 3 suspek penyakit virus Nipah di West Bengal, India. Kasus terjadi pada tenaga kesehatan di sebuah RS. Belum ada kematian yang dilaporkan.
Hingga saat ini belum dilaporkan adanya kasus konfirmasi penyakit virus Nipah di Indonesia.
Baca juga : Persiapan Jelang Bulan Ramadan
Sebenarnya, virus Nipah ini berasal dari mana?
Ditemukan pertama kali di Malaysia tahun 1998. Sudah ditemukan juga di negara Asia lainnya (India, Bangladesh, Singapura, Filipina). Adapun sumber penularannya, umumnya kelelawar atau hewan lain seperti babi. Cara infeksi melalui kontak dengan hewan terinfeksi via urin, air liur, darah dan sekresi. Masa inkubasi 4-14 hari. Tingkat kematian pada gejala berat 40-75%.
Apakah ada vaksinnya?
Baca juga : Riset Dan Inovasi Harus Bisa Menjawab Masalah Rakyat
Belum ada vaksin atau obat spesifik.
Saat ini, bagaimana upaya Pemerintah dalam menangani virus Nipah ini?
Memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain, baik melalui kanal resmi dan/atau media monitoring.
Baca juga : Menko Polkam Bentengi Publik Dari Hoax Dan Fitnah
Meningkatkan pengawasan terhadap orang, barang, dan alat angkut yang secara langsung maupun tidak langsung masuk dari negara atau daerah yang melaporkan adanya kasus penyakit virus Nipah.
Meningkatkan pemantauan dan deteksi dini serta melaporkan kasus sesuai pedoman melalui laporan Event based surveillance Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) atau PHEOC dan Sistem Informasi Kekarantinaan Kesehatan (SINKARKES). REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 6 Februari 2026 dengan judul "Tetap Tingkatkan Kewaspadaan Dan Protokol Kesehatan, Virus Nipah Hantui Beberapa Negara Aji Muhawarman: Jenis Virus Ini Belum Terdeteksi Di Indonesia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.