Sebelumnya
Apa komentar Anda terkait kasus kematian anak di Tual akibat dugaan penganiayaan oleh anggota Brimob?
Pertama, kami tentu sangat mengecam tindakan brutal yang diduga dilakukan oleh anggota Brimob di Tual, Maluku. Kami juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Ananda Arianto. Peristiwa ini sangat menyedihkan dan bagi kami merupakan tindakan biadab serta tindak pidana. Karena itu, kami mendesak kepolisian di Indonesia untuk segera mengambil langkah cepat, proporsional, dan tegas terhadap anggota Brimob tersebut.
Penanganannya tidak boleh hanya berhenti pada proses etik, tetapi juga harus diproses secara pidana. Jika ini adalah pembunuhan, maka harus dikenakan pasal pembunuhan secara serius dan maksimal.
Baca juga : Komisi III Ingatkan Paradigma Hukum Keadilan Substantif
Bagaimana dengan hak-hak keluarga korban?
Keluarga korban harus segera dipulihkan hak-haknya sebagai korban. Mereka berhak atas keadilan, rehabilitasi, restitusi, dan bentuk pemulihan lainnya.
Bagi kami, meninggalnya Arianto dan kekerasan oleh anggota Brimob ini bukan peristiwa biasa. Ini adalah peristiwa yang berulang. Kita tahu ada kasus di Seruyan, Kalimantan, ada juga kasus Avan di Jakarta. Ini menunjukkan adanya persoalan struktural dan sistemik, bukan sekadar masalah oknum atau personal.
Baca juga : Kapolri Perkuat Sinergi Kawal Program Pemerintah
Apa yang Anda maksud dengan persoalan struktural?
Pendekatan penyelesaiannya harus bersifat struktural dan menyeluruh. Ini bagian dari agenda reformasi kepolisian yang utuh.
Pertama, perlu menghilangkan atau setidaknya mengurangi peran-peran Brimob di tengah masyarakat. Brimob adalah pasukan khusus untuk kepentingan khusus. Jangan sampai digunakan untuk menghadapi warga, demonstran, atau masyarakat yang sedang memperjuangkan hak atas tanah dan lingkungannya. REN
Baca juga : Pemerintah Genjot PPDS, 9 Prodi Baru Diluncurkan
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 24 Februari 2026 dengan judul "Kasus Oknum Polisi Aniaya Anak Tuai Kecaman Muhammad Isnur: Kami Mengecam Semua Tindakan Brutal"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.