Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Isi Kuliah Umum Di Lemhannas, SBY Bahas Geopolitik Dan Arah Kebijakan Nasional
Selasa, 24 Februari 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memberikan kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) dengan tema geopolitik global dan arah kebijakan nasional di tengah dinamika dunia yang kian kompleks.
Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily mengatakan, kuliah umum tersebut merupakan bagian penting dari kurikulum pendidikan kader pimpinan nasional. Pemberian materi kuliah umum pun, kata dia, digelar secara tertutup.
“Kegiatan ini bagian dari proses pendidikan di Lemhannas dengan menghadirkan narasumber strategis. Pak Presiden SBY menyampaikan tema geopolitik global dan bagaimana arah kebijakan yang harus dilakukan oleh calon pemimpin dan pimpinan nasional,” ujar Ace, di Ruang Dwi Warna Purwa, Gedung Pancagatra, Jakarta, Senin (23/2/2026).
Baca juga : Top, PGN Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbaik
Kuliah umum itu diikuti peserta Program Pendidikan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan ke-27 dan Program Pendidikan Penyiapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan ke-69. Total peserta, mencapai 175 orang dari berbagai unsur.
Menurut Ace, SBY menekankan tiga poin penting. Pertama, isu geopolitik global yang menurutnya wajib dipahami para pemimpin karena memiliki dampak langsung terhadap kondisi nasional.
“Geopolitik global itu sangat mempengaruhi situasi dalam negeri. Karena itu para calon pimpinan nasional harus memiliki perspektif global,” tegasnya.
Baca juga : Menperin: Manfaat Drone Dirasakan Banyak Industri
Kedua, SBY mengingatkan pentingnya peran aktif Indonesia dalam diplomasi internasional sesuai amanat politik luar negeri bebas aktif. Ia juga mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto yang memegang prinsip “satu musuh terlalu banyak, seribu kawan terlalu sedikit”.
“Itu menjadi dasar diplomasi Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia,” kata Ace.
Ketiga, penguatan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sebagai kekuatan multilateral kawasan. Menurutnya, ASEAN harus terus diperkuat sebagai jangkar stabilitas geopolitik regional.
Baca juga : Operasional Usaha Hiburan Diatur, Razia Miras Digenjot
Ace mengungkapkan, dalam kuliah umumnya, SBY juga menyinggung potensi konflik global yang bisa memicu perang dunia ketiga. Sejumlah kawasan disebut memiliki eskalasi tinggi, mulai dari Laut Cina Selatan, Semenanjung Korea, konflik Cina-Taiwan, perang Rusia-Ukraina, hingga ketegangan di Timur Tengah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya