Dark/Light Mode

Pemerataan Dokter Spesialis

Pemerintah Genjot PPDS, 9 Prodi Baru Diluncurkan

Selasa, 24 Februari 2026 06:55 WIB
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Program Studi Baru Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Wilayah 3 Sistem Kesehatan Akademik (SKA) Jawa Barat. Foto: Dok. kemdiktisaintek
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Program Studi Baru Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Wilayah 3 Sistem Kesehatan Akademik (SKA) Jawa Barat. Foto: Dok. kemdiktisaintek

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat pemenuhan dan pemerataan dokter spesialis melalui pembukaan besar-besaran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Di Surabaya, sembilan prodi baru diluncurkan lewat kolaborasi tiga perguruan tinggi dengan fakultas kedokteran mitra, sebagai bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Sehat 2045.

Sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan jumlah dan pemerataan dokter spesialis dan subspesialis, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis melalui pendekatan Sistem Kesehatan Akademik (SKA).

Langkah ini ditempuh karena disparitas antara kebutuhan dan ketersediaan dokter spesialis, baik dari sisi jumlah maupun distribusi, masih tinggi di berbagai daerah.

Melalui program akselerasi pembukaan PPDS dan subspesialis, Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan kapasitas pendidikan tenaga medis.

Baca juga : KPK Buka Peluang Jerat BR Cargo TSK Korporasi

Sepanjang 2025–2026, sekitar 160 program studi PPDS baru dibuka sehingga total prodi nasional meningkat dari 366 menjadi sekitar 526. Jumlah ini melampaui target awal sebanyak 148 prodi.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, tiga fakultas kedokteran di Surabaya, yaitu Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUS), Universitas Hang Tuah (UHT), dan Universitas Ciputra Surabaya (HCS) bersama fakultas kedokteran mitra, yakni Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Sebelas Maret (UNS), meluncurkan sembilan prodi PPDS baru.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Khairul Munadi menegaskan, peluncuran tersebut merupakan bagian dari Program Akselerasi Pemenuhan dan Pemerataan Tenaga Medis Spesialis/Subspesialis melalui SKA sebagai kontribusi mewujudkan Asta Cita dan visi Indonesia Sehat 2045.

“Indonesia masih menghadapi kekurangan dokter spesialis dalam jumlah besar yang berdampak langsung pada akses dan mutu layanan kesehatan. Karena itu, percepatan pembukaan prodi PPDS dan penguatan kemitraan pendidikan terus dilakukan,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2/2026).

Penambahan prodi baru juga diarahkan untuk pemerataan distribusi, antara lain dengan membuka PPDS di 11 provinsi yang sebelumnya belum memiliki program tersebut dan masih kekurangan dokter spesialis, seperti Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua.

Baca juga : Gerindra Kalteng Fokus Soliditas Dan Aksi Nyata

Khairul menekankan pentingnya komitmen perguruan tinggi agar peserta PPDS kembali mengabdi di daerah asal serta menjamin proses pendidikan kedokteran yang aman dan bebas kekerasan.

Dia juga meminta Pemerintah Daerah (Pemda) mendukung melalui beasiswa, insentif, peniadaan retribusi pendidikan di rumah sakit milik Pemda, serta penguatan rumah sakit pendidikan.

Rektor UNUS Tri Yogi Yuwono menegaskan, pendekatan kolaborasi menjadi kunci dalam membangun ekosistem kesehatan nasional yang berkualitas melalui transformasi pendidikan kedokteran, serta penguatan riset dan inovasi.

“Kita masih kekurangan dokter spesialis di berbagai bidang krusial. Melalui pembukaan sembilan PPDS ini, Unusa, UHT dan UC siap berkolaborasi mempercepat pemenuhannya,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan Pemerintah Kota Surabaya yang diwakili Staf Ahli Wali Kota, Maria Theresia. Dia menilai, kehadiran PPDS baru akan memperkuat kemandirian daerah dalam membangun ketahanan kesehatan melalui kemitraan strategis antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah daerah.

Baca juga : Isi Kuliah Umum Di Lemhannas, SBY Bahas Geopolitik Dan Arah Kebijakan Nasional

“Diperlukan kolaborasi dan gotong royong semua pihak untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” katanya.

Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya Mohammad Nuh menyebut, peluncuran bersama sembilan PPDS sebagai langkah strategis dan bersejarah dalam memperkuat ekosistem kesehatan nasional berbasis kolaborasi.

Sinergi tersebut tidak hanya menambah jumlah prodi, tetapi juga membangun SKA terintegrasi yang didukung rumah sakit pendidikan dan jejaring layanan kesehatan. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Selasa, 24 Februari 2026 dengan judul "Pemerataan Dokter Spesialis Pemerintah Genjot PPDS, 9 Prodi Baru Diluncurkan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.