BREAKING NEWS
 

Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Masih Rendah, Pemerintah Diminta Buat Roadmap Beasiswa Nasional

Feriyansyah: Butuh Political Will Untuk Perubahan

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 25 Februari 2026 07:15 WIB
Feriyansyah, Kepala Bidang Penelitian & Pengembangan Pendidikan P2G. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Roadmap beasiswa nasional jangka panjang diusulkan untuk segera disiapkan. Hal ini bertujuan agar peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi menjadi agenda nasional serta dikerjakan secara terencana dan terukur.

Usulan ini datang dari Wakil Ketua Komisi X DPR Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati. Usulan ini pun mendapat respons dari akademisi.

Kurniasih menekankan, peningkatan APK pendidikan tinggi harus menjadi agenda nasional yang dikerjakan secara terencana dan terukur. Dia menyampaikan, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sudah berada di jalur yang tepat dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.

Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Kita Butuh Untuk Kualitas Pendidikan

"Namun program tersebut belum cukup jika berdiri sendiri tanpa integrasi dengan skema beasiswa lain," ujar Kurniasih.

Dia menilai, diperlukan sinergi seluruh skema beasiswa yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, termasuk berbagai program beasiswa lain di luar KIP Kuliah, agar dampaknya terhadap peningkatan APK benar-benar signifikan.

“Kami mendorong Kementerian memiliki roadmap beasiswa nasional hingga 2029, lengkap dengan target capaian APK yang jelas," lanjut Kurniasih.

Baca juga : Jelang Lebaran, Jangan Ada PHK

Sementara itu, Kepala Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Feriyansyah menilai, masalah pendidikan tinggi di Indonesia bukan hanya sekadar roadmap-nya, tapi kekurangan keberanian politik atau political will.

Menurut dia, diperlukan perubahan struktural yang lebih mengarahkan emansipasi dan afirmasi terhadap daerah-daerah tertentu di Indonesia.

"Kondisi Jawa, Sumatera, dengan daerah Indonesia Timur, disparitasnya sangat luar biasa. Sehingga pendidikan tinggi ini dalam kondisi berdasarkan kelas ekonomi dan kewilayahan," ungkapnya kepada Rakyat Merdeka, Senin (23/2/2024).

Baca juga : Kopdes Penggerak Ekonomi Dan Distribusi Pangan Lokal

Terkait beasiswa, Feriyansyah menilai harus ada political will yang kuat. Sehingga, lanjut dia, investasi besar untuk anggaran pendidikan benar-benar bisa dirasakan sebagai negara dengan bonus demografi.

"Jangan sampai nanti jadi bencana demografi," lanjutnya.

Untuk mengetahui pandangan dari Feriyansyah terkait roadmap beasiswa nasional, berikut petikan wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense