Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
IPA Convex 2026
Momentum Emas Hukum Bisnis Jadi Magnet Investasi Energi
Rabu, 25 Februari 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gelaran ke-50 Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 diproyeksikan menjadi panggung pembuktian bagi Indonesia. Bukan sekadar pameran teknologi, ajang ini menjadi momentum emas untuk menunjukkan kematangan hukum bisnis nasional sebagai magnet investasi energi dunia.
Hal tersebut menjadi sorotan utama menjelang penyelenggaraan ke-50 IPA Convex 2026 yang akan digelar pada 20–22 Mei 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Mengusung tema “The 50th IPA Convex: Shaping the Future of Energy”, forum ini diproyeksikan menjadi panggung kolaborasi global untuk membangun ekosistem energi nasional yang tangguh.
Ketua Panitia IPA Convex 2026 Hariadi Budiman optimistis edisi emas ini bakal memperkuat kemitraan jangka panjang.
Baca juga : Alarm Evaluasi Manajemen Keselamatan Dan Operasional
“Ini bukan hanya acara IPA, tapi milik seluruh industri migas yang menjadi bagian dari prioritas ketahanan energi nasional,” tegas Hariadi pada acara Exhibition and Sponsorship Launch for IPA Associate Members and Public di Tangerang, Senin (10/11/2025).
Senada, Praktisi Hukum Bisnis Energi Hendra Setiawan Boen menilai, IPA Convex adalah indikator maturitas rezim hukum investasi kita. Baginya, kehadiran ratusan perusahaan global adalah peluang besar bagi Indonesia untuk pamer stabilitas regulasi.
“Investor global sangat menghargai stabilitas. Melalui konsistensi kebijakan dan kredibilitas institusi, kita sedang membangun arsitektur kepercayaan. Di sinilah hukum bisnis berperan sebagai fondasi reputasi negara,” kata Hendra saat dihubungi Rakyat Merdeka, Selasa (24/2/2026).
Baca juga : Real Madrid Vs Benfica, Berpotensi Muncul Drama Tambahan
Hendra optimistis, peran lembaga seperti Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan asosiasi industri menjadi jembatan yang solid antara negara dan pelaku usaha.
Menurutnya, kepastian hukum yang stabil adalah kunci utama yang membuat investor merasa aman dan nyaman menanamkan modalnya di Tanah Air.
Program Director of Research and Innovation Institute for Essential Services Reform (IESR) Raditya Wiranegara melihat masa depan energi Indonesia sangat cerah jika orkestrasi lintas sektor berjalan mulus. Dia mendorong komitmen nasional di sektor energi diterjemahkan menjadi aksi nyata yang kompak antarkementerian.
Baca juga : Meksiko Terbuka, Tragis! Juara Bertahan Tumbang Di Babak Awal
Raditya mencontohkan peluang besar dalam dokumen kebijakan, seperti Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Kebijakan Energi Nasional (KEN).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya