Sebelumnya
Apa respons dan pandangan Anda dengan rencana Pemerintah yang akan membatasi penerimaan mahasiswa baru di PTN?
Saya kira, kebijakan ini menguntungkan PTS dan merugikan mahasiswa serta masyarakat secara umum.
Kenapa?
Karena pembatasan kuota penerimaan mahasiswa baru di PTN adalah kebijakan yang “sakit”.
Bisa Anda jelaskan?
Baca juga : Senayan Yakin Pelaksanaan Haji 2026 Tidak Terganggu
Ketika akses ke kampus negeri dipersempit, Pemerintah secara tidak langsung sedang mendorong anak-anak bangsa ke dalam mulut liberalisasi dan privatisasi pendidikan yang ganas.
Maksud Anda?
Mahasiswa dipaksa membayar biaya kuliah yang melambung tinggi (uang pangkal, SPP, praktikum) demi fasilitas yang belum tentu setara dengan PTN. Mereka lulus dengan beban finansial yang berat, sementara lapangan kerja makin sempit.
Bagi Anda, kebijakan pembatasan penerimaan mahasiswa di PTN ini memberatkan bagi masyarakat?
Bagi keluarga menengah ke bawah, kuliah di PTS mahal adalah resep menuju kemiskinan baru.
Baca juga : Pemerintah Percepat Pembangunan PSEL
Pendidikan yang seharusnya menjadi social elevator (tangga naik kelas sosial) justru menjadi beban yang memiskinkan.
Konstitusi mengamanatkan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara. Namun, dengan membatasi kuota PTN dan membiarkan biaya PTS tak terkendali, negara sedang melakukan lepas tangan massal.
Apa pesan Anda bagi Pemerintah?
Membatasi kuota PTN adalah cara halus negara untuk “mengoper” tanggung jawab pendanaan pendidikan kepada sektor swasta dan kantong pribadi rakyat.
Kebijakan pembatasan kuota ini adalah bukti bahwa negara lebih memilih menjadi “stuntman” bagi kepentingan korporasi pendidikan daripada menjadi pelindung bagi hak-hak rakyat.
Baca juga : Kapolri Dan Panglima TNI Kompak Amankan Arus Mudik
Jika pendidikan tinggi hanya bisa diakses oleh mereka yang punya “isi dompet tebal”, maka kita sedang melanggengkan apartheid pendidikan. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 14 Maret 2026 dengan judul "Penerimaan Mahasiswa Baru Di Perguruan Tinggi Negeri Dibatasi Ubaid Matraji: Pembatasan Ini Kebijakan ‘Sakit’"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.