Sebelumnya
Bagaimana Anda melihat meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy, dokter internship yang bertugas di RSUD KH Daud Arif, Jambi?
Kami sangat prihatin atas meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy. Peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja tenaga kesehatan, khususnya dokter internship dan tenaga medis muda. Tidak boleh ada lagi tenaga kesehatan yang bekerja dalam tekanan berat, tanpa perlindungan dan sistem kerja yang manusiawi.
Sebagai Presiden FSP FARKES KSPI, apa tanggapan Anda terhadap kondisi kerja tenaga kesehatan saat ini?
Sebagai organisasi serikat pekerja yang menaungi sektor farmasi, rumah sakit, jamu, kosmetik, dan industri lainnya, kami melihat masih banyak tenaga kesehatan bekerja di bawah tekanan tinggi, namun belum diiringi perlindungan kerja yang memadai. Padahal, mereka adalah garda terdepan pelayanan publik yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal.
Baca juga : Aji Muhaharman: Investigasi Dilakukan Secara Komprehensif
Apa saja bentuk perlindungan yang seharusnya diberikan kepada tenaga kesehatan?
Perlindungan itu mencakup banyak aspek, mulai dari keselamatan kerja, kesehatan kerja, jam kerja yang layak, hingga dukungan psikososial di lingkungan kerja. Selain itu, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus benar-benar diterapkan, termasuk bagi tenaga medis muda yang masih dalam masa pendidikan atau internship.
Terkait dugaan bahwa Myta bekerja tanpa libur selama tiga bulan di UGD, bagaimana tanggapan Anda?
Kami menegaskan bahwa seluruh dugaan tersebut harus diusut secara transparan, objektif, dan menyeluruh. Jika benar terjadi, maka ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola sistem kerja tenaga kesehatan yang tidak bisa dianggap sebagai kasus individual semata.
Baca juga : DPR Harap Lulusan LPDP Pulang Bangun Bangsa
Apa langkah yang Anda harapkan dari Pemerintah dan pihak terkait?
Kami mendukung langkah evaluasi yang dilakukan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan. Harus ada perbaikan nyata terhadap sistem kerja tenaga kesehatan di rumah sakit, agar kejadian serupa tidak terulang. Jangan sampai pengabdian tenaga kesehatan justru dibayar dengan hilangnya keselamatan dan nyawa mereka sendiri.
Apa pesan Anda untuk para pemangku kebijakan?
Negara dan institusi kesehatan wajib memastikan sistem kerja yang manusiawi. Tenaga kesehatan harus mendapatkan jam kerja yang layak, perlindungan kesehatan, serta jaminan keselamatan kerja. Ini bukan hanya soal profesi, tetapi juga soal kemanusiaan dan tanggung jawab negara terhadap para pelayan publik. REN
Baca juga : CKG Jangkau 100 Juta Warga, Sekolah Rakyat Kian Bertambah
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 7 Mei 2026 dengan judul "Dunia Medis Berduka, Dokter Magang Di Jambi Wafat Saat Tugas, Idris Idham: Ini Momentum Evaluasi Sistem Kerja Kesehatan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.