RM.id Rakyat Merdeka - Tokoh pergerakan buruh Jumhur Hidayat masuk Kabinet Merah Putih. Dia dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup oleh Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Masuknya Jumhur ke dalam pemerintahan mengundang pertanyaan besar. Apakah serikat buruh akan lebih melunak atau tetap kritis setelah salah satu tokoh pergerakannya masuk pemerintahan?
Baca juga : Penyidik Diminta Hadirkan Rasa Aman Dan Keadilan
Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban berpandangan, masuknya Jumhur bisa menjadi pintu masuk untuk mendorong agenda-agenda strategis pekerja. Seperti perlindungan kerja, penghapusan praktik kerja eksploitatif, dan penguatan dialog sosial.
“Namun, yang lebih penting, representasi atau penunjukan Jumhur tidak otomatis berarti keberpihakan,” ujar Elly, kepada Rakyat Merdeka, Selasa (5/5/2026) malam.
Baca juga : Gejala Anemia Menurun Semangat Belajar Naik
Sementara, Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspirasi) Mirah Sumirat mengatakan, masuknya Jumhur ke kabinet menunjukkan keberpihakan Pemerintah kepada buruh. Namun, hal itu tidak otomatis membuat serikat buruh diam dalam memperjuangkan hak-haknya.
“Kami perlu luruskan, gerakan buruh tidak bergantung pada satu orang. Aspirasi dan serikat buruh lainnya berdiri atas kepentingan kolektif pekerja,” ucap Mirah, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Selasa (5/5/2026).
Baca juga : Revisi UU Pemilu, Golkar Maunya Segera Dibahas
Untuk mengetahui sikap Mirah Sumirat mengenai sikap serikat buruh usai Jumhur Hidayat masuk ke kabinet, berikut wawancaranya:
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.