Sebelumnya
Apa tanggapan Anda soal masuknya Jumhur Hidayat ke kabinet?
Masuknya Jumhur Hidayat ke dalam kabinet tentu menjadi sinyal politik yang tidak bisa diabaikan. Namun, dari perspektif serikat buruh, kami harus melihat ini secara jernih, bukan euforia.
Apa saja dampak bagi buruh atas keputusan ini?
Pertama, ini positif secara representasi. Kehadiran figur dari gerakan buruh di dalam kabinet membuka ruang bahwa suara pekerja mulai diakui dalam proses pengambilan kebijakan.
Baca juga : Mirah Sumirat: Gerakan Buruh Tidak Bergantung Satu Orang
Konkretnya?
Ini bisa menjadi pintu masuk untuk mendorong agenda-agenda strategis seperti perlindungan kerja, penghapusan praktik kerja eksploitatif dan penguatan dialog. Namun yang lebih penting, representasi tidak otomatis berarti keberpihakan.
Kenapa seperti itu?
Gerakan buruh tidak menilai dari siapa yang duduk di jabatan, tetapi dari kebijakan yang dihasilkan. Apakah ke depan ada keberanian.
Baca juga : Penyidik Diminta Hadirkan Rasa Aman Dan Keadilan
Keberanian untuk apa?
Menekan praktik outsourcing yang eksploitatif, mendorong ratifikasi atau konvensi penting seperti C190, memperkuat perlindungan bagi pekerja informal dan platform seperti ojol, mengurangi ketimpangan upah, serta memastikan upah layak.
Jadi, masuknya Jumhur ini kabar baik bagi serikat buruh?
Ini bisa menjadi kabar baik, jika diikuti dengan keberanian politik untuk benar-benar berpihak pada buruh. Posisi kami jelas, serikat buruh akan tetap kritis, independen, dan mengawal. Siapa pun yang masuk ke dalam kekuasaan, termasuk dari kalangan sendiri, tetap harus diuji komitmennya pada kepentingan pekerja, bukan hanya pada kekuasaan.
Baca juga : Gejala Anemia Menurun Semangat Belajar Naik
Artinya, sikap buruh tidak akan melunak meski Jumhur sudah masuk kabinet?
Iya dong, ini bukan tukar guling. Tidak ada yang berubah. Malah, kami melihat ini lebih memudahkan kami berkomunikasi, terutama mengenai isu lingkungan, perubahan iklim, dan transisi yang adil, di samping isu lainnya. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 8 Mei 2026 dengan judul "Membaca Sikap Buruh Setelah Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Elly Rosita Silaban: Bukan Tukar Guling, Tetapi Buruh Dipertimbangkan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.