BREAKING NEWS
 

Perlukah TNI Dilibatkan Untuk Berantas Aksi Begal

Muhamad Isnur: Bertentangan Dengan Semangat Reformasi

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Jumat, 29 Mei 2026 07:15 WIB
Muhamad Isnur, Ketua Umum YLBHI. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Apa pandangan dan pendapat Anda mengenai adanya wacana pelibatan TNI dalam mengatasi begal di beberapa daerah?

Pelibatan TNI untuk mengatasi begal di Jakarta adalah bentuk respons berlebihan dan menyimpang dari fungsi TNI. Rencana pengerahan batalion tempur oleh Kodam Jaya untuk menumpas aksi begal di Jakarta merupakan kebijakan yang keliru, berlebihan, dan menunjukkan semakin kaburnya batas fungsi pertahanan dan keamanan di Indonesia.

Pelibatan TNI dalam penanganan kriminalitas sipil seperti begal tidak hanya bertentangan dengan prinsip reformasi sektor keamanan, tetapi juga berpotensi melahirkan pendekatan represif dan kekerasan berlebihan di ruang sipil.

Baca juga : Dave Laksono: Sekarang Ini, Aksi Begal Sudah Mengkhawatirkan

Menurut Anda, pelibatan TNI tidak diperlukan?

Pelibatan TNI dalam penanganan begal sejatinya tidak diperlukan. Kehadiran aparat tempur di ruang sipil justru berpotensi meningkatkan penggunaan kekerasan yang tidak proporsional, memperbesar risiko pelanggaran HAM, dan memperlihatkan kegagalan negara dalam memperkuat institusi sipil yang memang diberi kewenangan menangani keamanan dalam negeri.

Apa yang harus dilakukan Pemerintah dalam kasus ini?

Baca juga : Menteri Brian Usut Tuntas Dugaan Manipulasi Riset

Negara seharusnya memperkuat profesionalisme kepolisian dan kapasitas Pemerintah Daerah, bukan terus-menerus menjadikan TNI sebagai solusi instan atas setiap persoalan sipil. Jika praktik seperti ini terus dibiarkan, yang lahir bukan rasa aman warga, melainkan normalisasi keterlibatan militer dalam kehidupan sipil yang perlahan menggerus prinsip demokrasi dan reformasi sektor keamanan di Indonesia.

Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah perlu memperkuat langkah pencegahan kriminalitas melalui peningkatan penerangan jalan, pemasangan CCTV di wilayah rawan, penyediaan sistem keamanan publik yang memadai, serta edukasi keselamatan bagi masyarakat.

Apa seruan Anda kepada TNI?

Baca juga : Fleksibilitas Kerja ASN Bikin Hemat Anggaran

Kami meminta Pangdam Jaya membatalkan rencana pengerahan batalion tempur dalam penanganan aksi begal di Jakarta, karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan fungsi utama TNI sebagai alat pertahanan negara. REN

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 29 Mei 2026 dengan judul "Perlukah TNI Dilibatkan Untuk Berantas Aksi Begal, Muhamad Isnur: Bertentangan Dengan Semangat Reformasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense