BREAKING NEWS
 

Fenomena SD Negeri Kekurangan Siswa Baru, Apa Penyebabnya?

Hetifah Sjaifudian: Evaluasi Tidak Hanya Fokus Pada SPMB

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 22 Juli 2026 07:10 WIB
Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Bagaimana Anda melihat adanya SD Negeri yang kekurangan murid?

Persoalan ini tidak bisa disederhanakan hanya sebagai menurunnya minat terhadap sekolah negeri. Kami perlu melihat kondisi masing-masing daerah karena faktor demografi, persebaran penduduk, kualitas sekolah, hingga kebijakan penerimaan murid baru sangat memengaruhi situasi tersebut.

Apakah sudah ada pembahasan mengenai hal tersebut di Komisi X DPR?

Komisi X terus memantau berbagai dinamika dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), termasuk munculnya sekolah-sekolah yang tidak memenuhi kuota peserta didik. Isu ini juga menjadi bagian dari pembahasan kami dalam fungsi pengawasan, terutama ketika membahas pemerataan akses dan kualitas pendidikan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Baca juga : DPR Dukung Modernisasi Kekuatan Laut Indonesia

Kami mendorong agar evaluasi tidak hanya berfokus pada proses penerimaan murid, tetapi juga pada penyebab yang lebih mendasar sehingga dapat dirumuskan kebijakan yang lebih tepat. Tidak hanya memastikan setiap anak mendapatkan bangku sekolah, tetapi juga memastikan setiap sekolah memiliki kualitas yang layak sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan nasional semakin kuat.

Menurut Anda, apa penyebab terjadinya kekurangan murid di sekolah negeri?

Menurut saya, penyebabnya merupakan kombinasi beberapa faktor. Ada perubahan demografi sehingga di sejumlah daerah jumlah anak usia sekolah mulai menurun dan berdampak pada jumlah calon peserta didik.

Bagaimana dengan adanya kesenjangan mutu antarsekolah?

Baca juga : Pemerintah Benahi Total Program MBG

Perlu diakui, masih ada kesenjangan mutu antarsekolah. Masyarakat tentu ingin memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Ketika kualitas sekolah belum merata, akan terjadi penumpukan pendaftar di sekolah-sekolah yang dianggap lebih unggul.

Selain itu?

Distribusi penduduk, perkembangan kawasan permukiman, serta implementasi kebijakan penerimaan murid baru juga ikut memengaruhi jumlah peserta didik di masing-masing sekolah.

Apakah ada pergeseran pilihan dari sekolah negeri ke sekolah swasta?

Baca juga : Tindakan Main Hakim Sendiri Bertentangan Dengan Hukum

Di beberapa daerah memang terlihat adanya kecenderungan sebagian masyarakat memilih sekolah swasta, tetapi saya tidak melihat ini sebagai fenomena yang terjadi secara nasional. Pilihan masyarakat semakin didasarkan pada kualitas layanan pendidikan, bukan semata-mata status negeri atau swasta. Jika sekolah swasta mampu menawarkan kualitas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan orang tua, tentu sekolah tersebut akan menjadi pilihan.

Karena itu, yang terpenting bukan mempertentangkan sekolah negeri dan sekolah swasta, melainkan memastikan keduanya dapat memberikan layanan pendidikan yang bermutu. Pada akhirnya, semua anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas, di mana pun mereka bersekolah. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 22 Juli 2026 dengan judul "Fenomena SD Negeri Kekurangan Siswa Baru, Apa Penyebabnya? Hetifah Sjaifudian: Evaluasi Tidak Hanya Fokus Pada SPMB"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense