Sebelumnya
Bagaimana Anda melihat keputusan Presiden Prabowo mengganti Kapolri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Jenderal Suyudi Ario Seto?
Pergantian ini memang mengejutkan publik karena proses tersebut terjadi di Istana dan tidak diekspos sehingga publik terkejut. Faktanya, meski surat Presiden dikirim tanggal 31 September dan pada tanggal 1 Oktober 2026 DPR juga sudah siap, artinya sudah ada kesepakatan antara Istana dengan Kapolri lama Jenderal Listyo Sigit Prabowo maupun Kapolri berikutnya Jenderal Suyudi Ario Seto.
Namun, menurut saya, pergantian Kapolri tidak cukup dibaca hanya sebagai penyegaran organisasi.
Terus, Anda menilainya seperti apa?
Baca juga : Nasir Djamil: Usianya Relatif Muda, Akan Lebih Progresif
Ini bisa menjadi sinyal bahwa Presiden ingin memasuki fase baru reformasi Polri. Setelah lima tahun kepemimpinan Listyo Sigit, publik akan melihat apakah Suyudi hanya melanjutkan kebijakan lama atau melakukan koreksi terhadap persoalan yang belum selesai.
Bagaimana Anda melihat figur Jenderal Suyudi?
Rekam jejak Suyudi menawarkan kombinasi pengalaman reserse, kewilayahan, dan lintas lembaga. Dia pernah berada di fungsi reserse, menjadi Kapolda, dan terakhir memimpin BNN. Kombinasi ini relevan untuk menghadapi kejahatan konvensional maupun transnasional sekaligus memperkuat koordinasi lintas institusi. Selain itu, Suyudi juga dikenal sebagai Jenderal muda yang tentunya melek dengan era teknologi informasi saat ini.
Menurut Anda, sebagai mantan Kepala BNN, apa keunggulan Suyudi dalam memimpin Polri?
Baca juga : Bahlil Makin Dipercaya Presiden
Ini menarik karena menunjukkan kemampuan bekerja lintas lembaga. Sedangkan pengalaman reserse memberi basis kuat dalam penegakan hukum. Tantangannya adalah menggabungkan law enforcement dengan pendekatan pencegahan, pelayanan masyarakat, dan akuntabilitas.
Pekerjaan rumah apa saja yang harus segera dituntaskan oleh Kapolri Suyudi?
Ada sejumlah PR besar, yakni penguatan pengawasan, reformasi sistem promosi dan mutasi agar lebih meritokratis, penanganan pungli dan backing. Penataan anggota Polri yang bertugas di luar struktur, peningkatan akuntabilitas penegakan hukum, serta penguatan netralitas Polri dari kepentingan politik.
Untuk melakukan hal tersebut, apa tantangannya?
Baca juga : Temuan BPS: Beras Melimpah, Harganya Naik
Tantangan terbesarnya adalah mengubah kultur organisasi, bukan sekadar mengganti struktur. Pesannya dapat dibaca sebagai dorongan agar Polri melakukan konsolidasi dan koreksi internal. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 3 Oktober 2026 dengan judul "Kapolri Berganti, Apa Tantangan Dan PR Yang Harus Diselesaikan? Bambang Rukminto: Ubah Kultur Organisasi, Bukan Sekadar Pergantian"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.