BREAKING NEWS
 

Toxic Productivity: Ketika Ambisi Berlebihan Menjadi Bumerang

Writer : Erlangga Adam
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 26 Desember 2024 22:58 WIB
Ilustrasi Toxic Productivity (Foto: newportinstitute.com)

Menjadi produktif itu penting terutama bagi remaja yang beranjak dewasa. Karena dengan terbiasa produktif sejak usia muda, akan menjadi modal berharga untuk mengarungi hari tua kelak. Ketika membahas mengenai produktif atau produktivitas, ada satu hal yang justru memberikan dampak sangat buruk bagi orang yang menjalaninya, yaitu toxic productivity. Istilah ini merujuk pada dorongan yang berlebihan untuk terus produktif tanpa henti, meskipun hal tersebut mengorbankan kesehatan fisik, mental, dan keseimbangan hidup. (UBL, 2024).

Lantas, untuk mengidentifikasi seseorang telah terjebak ke dalam Toxic Productivity”, dapat dilihat dari tanda-tandanya sebagai berikut:

 Sumber: https://pin.it/6WGLeFZVy

Baca juga : Tinju, Usyk Patahkan Misi Balas Dendam Fury

Adapun faktor penyebab seseorang terjebak di dalam toxic productivity salah satunya adalah karena ambisi berlebihan. Mengapa demikian?

1. Cenderung mengesampingkan diri sendiri.

Tidak jarang, ambisi yang berlebihan akan membuat seseorang mengesampingkan kesehatannya, hal ini terjadi karena biasanya ketika seseorang sudah berambisi, orang tersebut hanya akan berfokus pada target yang ingin Ia capai tanpa memikirkan hal-hal lain yang tidak kalah penting, salah satunya adalah kesehatan.

2. Hasil tidak maksimal

Ketika ambisi membuat seseorang sampai melampaui batas dirinya sendiri, hal tersebut akan berpotensi hasil yang didapatkan justru tidak maksimal. Faktor kelelahan karena mengabaikan alarm tubuh menjadi yang terbesar, saat tubuh sudah lelah dan melampaui batasnya, maka kinerja pun pasti berkurang sehingga itu akan membuat hasil yang didapat kemungkinan tidak maksimal. 

Baca juga : Jatuh Ke Dunia Hitam Demi Bertahan Hidup

Sumber: https://pin.it/1984WFcg8

Meskipun ambisi yang berlebihan dapat berdampak negatif, ambisi tinggi juga tidak selalu menghasilkan hasil yang buruk atau kelelahan, dengan perencanaan yang tepat, justru hal tersebut akan meningkatkan efisiensi serta kualitas dari hasil kerja. Namun sesuai dengan kata pepatah “Segala hal yang berlebihan itu tidak baik”, maka ambisi yang berlebihan juga tidak baik.

Toxic Productivity terkait tentang pola pikir orang yang memaksakan diri dan hal tersebut sebagian besar disebabkan karena ambisi berlebihan, sehingga hal tersebut dapat menjadi faktor terbesar yang membuat seseorang terjebak dalam toxic produdctivity.

Produktivitas memang penting, begitu pun juga dengan ambisi. Tetapi, untuk mencapai hasil yang sempurna maka harus dijalankan sewajarnya dan sesuai dengan kemampuan diri masing-masing.

Baca juga : Jubir Mas Pram-Bang Doel: Dukungan Anies Perkuat Kans Menang Seputaran

Mulailah mengenali diri sendiri dengan baik agar dapat mengatur batasan-batasan yang sesuai dengan kemampuan, pertahankan ambisi di tren yang positif dan jangan sampai melewati batasan yang sudah ditentukan. Dengan memulai langkah tadi, produktivitas akan tetap terjaga tanpa berubah menjadi hal yang toxic.

Referensi:

Haney, P. (2021):  Toxic Productivity. Goal 2: Life Skills Narrative. 11.

Universitas Bandar Lampung. (2024). Toxic productivity dalam perkuliahan: Fenomena, dampak, dan cara mengatasinya. Universitas Bandar Lampung. https://ubl.ac.id/oxic-productivity-dalam-perkuliahan-fenomena-dampak-dan-cara-mengatasinya/ diakses pada tanggal 26 Desember 2024

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense