BREAKING NEWS
 

Punya Puluhan Ribu Sekolah

Gus Yahya: Lembaga Pendidikan NU Lahir dari Semangat Pengabdian

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Rabu, 22 Januari 2025 16:59 WIB
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (tengah). (Foto: Dok. PBNU)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nahdlatul Ulama (NU) mewarisi kekayaan dari berbagai macam inisiatif yang muncul dari kelompok atau perorangan di lingkungan Nahdliyin untuk memberikan khidmah (pengabdian) kepada masyarakat. Termasuk di bidang pendidikan. Inisiatif-inisiatif tersebut muncul secara independen, langsung dilaksanakan tanpa menunggu apa pun.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam pembukaan Kongres Pendidikan NU, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2025).

"Saat ini kita punya sekitar 13 ribu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kita punya sekitar 26 ribu pesantren, kita punya 15 ribu sekolah dan madrasah, kita punya ratusan perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Baca juga : Jadwal Sekolah Selama Ramadan: Libur di Awal dan Akhir, 6-25 Maret Tetap Masuk

Gus Yahya melanjutkan, khidmah pendidikan di lingkungan NU masih terpisah satu sama lain. Kini, jumlahnya pun menjadi begitu banyak.

Dia mencontohkan, Ibu-ibu Muslimat mendirikan PAUD, Raudhatul Athfal (TK), dan lain sebagainya, tidak menunggu komando dari pengurus Muslimat, atau komando dari pengurus NU. "Mereka melihat ada banyak anak berkeliaran, mereka bikin PAUD, begitu saja," ungkap Gus Yahya.

Adsense

Menurut Gus Yahya, banyak Ibu-ibu Muslimat yang jungkir balik untuk mencari biaya membangun infrastruktur sendiri, mencari tenaga pendidik sendiri. Banyak juga di antaranya yang melibatkan diri tanpa digaji, atau digaji sekadar agar pantas.

Baca juga : Pendidikan & Pangan Didorong Gunakan AI

"Mereka tidak minta kepada organisasi, tidak nanya dan tidak pernah mengeluh kepada organisasi. Tetapi, semuanya dengan sepenuh hati menisbatkan khidmahnya itu kepada Nahdlatul Ulama. Ini masyaa Allah," puji Gus Yahya.

Kini, kata Gus Yahya, khidmah pendidikan harus dibangunkan sistem agar dapat dikelola dengan lebih baik. Hal inilah yang diupayakan PBNU saat ini.

"Sejak awal masa khidmah, selalu berusaha membangun desain governing system untuk berbagi jaringan unit-unit ulang layanan yang sudah ada di lingkungan Nahdlatul Ulama," ungkap Gus Yahya.

Baca juga : Gus Irfan Tegaskan Prabowo All Out Layani Jemaah Haji

Di antara yang diupayakan PBNU, lanjut Gus Yahya, adalah membuat sistem yang terstruktur dari daerah sampai pusat, sehingga semuanya dapat dimonitor dan dievaluasi, dan saling terhubung. Kongres Pendidikan NU ini adalah salah satu upaya untuk memajukan pendidikan NU secara kolektif, dengan melibatkan semua pihak, baik dari pemerintah maupun swasta.

Hadir dalam kesempatan itu antara lain, Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Rektor UGM Prof Ova Emilia, para pejabat, serta peserta utusan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kongres Pendidikan NU 2025 ini merupakan salah satu rangkaian acara Hari Lahir (Harlah) ke-102 NU yang digelar tiga lembaga PBNU yang menaungi pendidikan, yaitu Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU), Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (LP Ma'arif NU), dan Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense