Dark/Light Mode

Puluhan Oknum TNI Serang Warga Deli Serdang, Pengamat: Selidiki Dan Beri Sanksi

Kamis, 14 November 2024 09:24 WIB
Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. (Foto: Ist)
Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menyayangkan, terjadinya insiden penyerangan yang dilakukan oleh 33 oknum anggota TNI AD ke permukiman warga di Sibiru-biru, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (8/11/2024).

Insiden tersebut mengakibatkan satu warga meninggal dunia, sementara belasan lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga : Kementerian P2MI Bidik Sektor Hospitality Dan Kontruksi

Nuning-sapaan akrabnya-meminta kejadian semacam tersebut tidak boleh terulang. “Apapun alasannya sepanjang bukan hal yang membahayakan kedaulatan NKRI,” ujar Nuning dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/11/2024).

Nuning mendesak, pihak TNI, khususnya Panglima Kodam Bukit Barisan, untuk segera melakukan penyelidikan terkait penyebab penyerangan tersebut. Ia menekankan, pentingnya memberikan hukuman yang setimpal bagi para prajurit yang terbukti bersalah dalam kejadian ini.

Baca juga : Putusan PK Mardani Maming Dinilai Belum Hadirkan Keadilan

Nuning juga menggarisbawahi pentingnya sinergi antara TNI dan Polri, serta kolaborasi dengan pemuka adat dan masyarakat setempat, guna membina warga yang melanggar hukum atau menimbulkan gangguan keamanan. “Sinergi TNI-Polri merupakan kunci keberhasilan menjaga stabilitas keamanan dalam negeri,” tegasnya.

Menurut Nuning, kerja sama yang baik antara TNI, para pemangku kepentingan, dan masyarakat merupakan dasar penting dalam menghadapi ancaman keamanan yang semakin kompleks di Indonesia saat ini.

Baca juga : Pastikan Sesuai Aturan, Pengamat Ajak Publik Awasi PK Mardani Maming

Mantan anggota Komisi I DPR itu juga menyarankan perlunya tes psikologi berkala bagi prajurit TNI untuk mengidentifikasi potensi masalah mental yang bisa memicu tindakan emosional dan membahayakan masyarakat. 

“Saran saya sangat penting adanya tes psikologi bagi prajurit secara berkala karena dalam perjalanan hidup dan kariernya bisa saja ada yang memengaruhi sikap pikirannya, sehingga mudah emosi dan melakukan hal yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.