BREAKING NEWS
 

Peringati Hari Pendidikan Nasional

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Secara Menyeluruh

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 15 Mei 2025 15:37 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional, Putera Sampoerna Foundation (PSF) menyuarakan pentingnya transformasi pendidikan sebagai pondasi utama menuju Indonesia Emas 2045 melalui forum diskusi bertajuk Kejar Aksi (Kreatif Mengajar, Akselerasi dan Inovasi) bertemakan “Pendidikan Indonesia Menuju Indonesia Emas atau Indonesia Cemas?”.

Head of Program Development and Guru Binar Putera Sampoerna Foundation, Juliana mengatakan, transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi diperlukan upaya secara menyeluruh.

Terutama, kata dia, pemerataan teknologi dan pelatihan guru era digital di seluruh daerah Indonesia, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

"Demi mewujudkan transformasi pendidikan, PSF melakukannya dalam tiga kunci strategi," ujar Juliana dalam acara diskusi, di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Strategi pertama, melalui platform pengembangan karier guru berkelanjutan seperti Guru Binar untuk meningkatkan kompetensi digital pendidik.

Kedua, menyediakan ekosistem pembelajaran sesuai kondisi masing-masing sekolah binaan.

Baca juga : Muhammad Kholid: Lebih Baik Mendorong Sektor Keuangan Syariah

"Terakhir, kami juga menekankan kolaborasi strategis dengan pihak pemerintah dan swasta untuk perluasan infrastruktur digital.” ucap dia.

Namun pada kenyataannya, kata Juliana, tantangan di lapangan masih besar. Apalagi, skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia tahun 2022 berada di peringkat ke-68 dari 81 negara-359 untuk membaca, 379 untuk matematika, dan 383 untuk sains.

Salah satu tantangan nyata yang masih dihadapi sampai saat ini kata dia, adalah kurangnya pengadaan sumber daya digital di sekolah-sekolah, khususnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang membawa dinamika baru jika belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

Untuk itu, kata Juliana diperlukan pelatihan berkelanjutan bagi guru, penyediaan alat dan platform yang mudah diakses, serta bekerja sama dengan berbagai mitra untuk memperluas jangkauan teknologi ke seluruh Indonesia.

Adsense

"Termasuk, mengintegrasikan pelatihan literasi digital dan pemanfaatan AI dalam pembelajaran agar bisa lebih siap menghadapi tantangan masa depan," kata dia.

Salah satu Guru Binar Ambassador, I Kadek Darsika Aryanta, merasakan manfaat nyata secara langsung dari adanya pelatihan melalui Guru Binar.

Baca juga : Galih Kartasasmita: Saya Hanya Memberikan Contoh UEA Buka Kasino

Dia bilang, setelah dirinya mulai mengintegrasikan teknologi ke dalam kelas-kelas, termasuk teknologi AI, dampaknya menjadi sangat positif.

"Siswa menjadi lebih antusias karena pembelajaran terasa lebih menarik dan interaktif. Bahkan, hasil belajarnya juga meningkat, terlihat dari partisipasi yang lebih aktif dan nilai yang lebih baik," kata Kadek.

Kadek mengatakan, dukungan dari PSF melalui pelatihan, materi ajar, hingga pendampingan membuat guru lebih percaya diri dan pembelajaran jadi lebih berkualitas.

Sementara, Direktur Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen, Maulani Mega Hapsari menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan PSF.

Sekaligus, menekankan pentingnya transformasi pendidikan sebagai langkah strategis dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

"Kami percaya bahwa visi Indonesia Emas 2045 itu akan terjadi dengan upaya-upaya yang harus dipersiapkan secara matang. Mulai dari segi regulasi, sarana dan prasarana, hingga akses pendidikan berupa konten-konten khususnya konten digitalisasi.” jelas Mega.

Baca juga : DPR Minta Ormas Memberi Manfaat, Bukan Menyusahkan

Mega melanjutkan, sesuai dengan tagline ‘Mencerdaskan dan Memajukan Bangsa’, pihaknya ingin agar semua anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari tingkat PAUD sampai SMA, SMK, sekolah vokasi, bahkan sekolah luar biasa (SLB) itu mempunyai kesempatan yang sama.

Untuk itu, atas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025, kata Mega, pihaknya akan melakukan percepatan pembangunan dan revitalisasi sekolah termasuk mediumisasi pembelajaran yang dilakukan secara bertahap.

Tidak hanya itu, Kemendiksmen, tambah dia, mulai menerapkan kurikulum AI dan keterampilan koding yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah yang kemampuannya sudah mumpuni.

"Bahkan, ada aplikasi Rumah Belajar yang jadi salah satu upaya yang kami banggakan dan sampai sekarang masih berkembang fitur-fiturnya.” kata dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense