BREAKING NEWS
 

Pertanian Tidak Selalu Kotor! KKN FP UB Perkenalkan Seni Bertanam Hidrogel

Writer : Mohamad Badrul Anam Arrokhim
Editor : UJANG SUNDA
Rabu, 23 Juli 2025 22:56 WIB
Mahasiswa KKN FP UB memberikan sosialisasi Artisitic Aquaculture yaitu Aqua Culture (Foto: Dok. Pribadi)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (KKN FP UB) menghadirkan inovasi pertanian modern melalui program bertajuk “Aqua Culture: Hydrogel”, dengan menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan media tanam berbasis hydrogel kepada masyarakat Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan konsep pertanian alternatif yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap perubahan iklim. Hydrogel merupakan media tanam berbentuk gel yang mampu menyimpan air dalam jumlah besar dan melepaskannya secara perlahan, sehingga cocok digunakan pada daerah dengan ketersediaan air terbatas.

Baca juga : Perebutan Kursi Ketua Golkar Kalsel Berakhir

Pelatihan ini menghadirkan Fitrotul Laili, selaku dosen pembimbing lapang, sebagai pemateri utama. Dia menyampaikan bahwa penggabungan antara seni dan pertanian seperti dalam Terrarium dan Hidrogel tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha kreatif yang ramah lingkungan.

Adsense

"Hydrogel memungkinkan kita untuk bertani dengan cara yang lebih modern dan efisien, bahkan di lahan terbatas seperti pekarangan rumah. Selain itu, tampilannya yang menarik juga sangat cocok dikembangkan untuk tanaman hias, terutama dalam bentuk terrarium atau aquaculture mini," ujar Yohana Duwi Cahyani, selaku pemateri.

Baca juga : Perbandingan Harga Solana dan Stablecoin, Lebih Baik Mana untuk Investasi?

Antusiasme warga terlihat tinggi, khususnya dari kalangan ibu-ibu PKK, yang aktif mengikuti setiap sesi mulai dari penjelasan materi hingga praktik langsung. Para peserta diajak membuat media tanam berbasis hydrogel dan belajar cara menanam tanaman hias dalam wadah transparan yang menyerupai akuarium mini.

Ketua PKK Desa Wonokitri, Shanti, mengungkapkan apresiasinya terhadap program ini. “Kami sangat bersyukur dapat pengetahuan baru yang bisa langsung dipraktikkan. Selain bermanfaat untuk tanaman, tampilannya juga bagus. Mudah-mudahan ini bisa jadi ide usaha baru bagi ibu-ibu di desa,” ucapnya.

Baca juga : Jadi Pilihan Keluarga & Pelaku Usaha, Penjualan Bihun Tanam Jagung Melesat

Dengan mengusung semangat pertanian kreatif dan berkelanjutan, program “Aqua Culture: Hydrogel” ini diharapkan mampu menjadi titik awal munculnya inovasi pertanian rumah tangga di Desa Wonokitri. Selain memberi solusi ramah lingkungan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat peran perempuan dalam sektor pertanian serta mendorong terbentuknya usaha mikro berbasis potensi lokal.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, KKN FP UB berharap kehadiran Teknik bertanam sederhana seperti hydrogel dapat memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus memperindah lingkungan desa secara fungsional dan estetis.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense