BREAKING NEWS
 

UNAS Gandeng UCSI Universiti Malaysia Resmikan Program Doktoral Daring

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 7 Agustus 2025 21:15 WIB
Kepala Pusat Kajian Daerah dan Anggaran Setjen DPD RI Sri Sundari (kiri), dalam Graduate Workshop: Preparation for Master’s and Doctor Studies, di Gedung Menara UNAS, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (6/8/2025), (Foto: Dok. UNAS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Nasional (UNAS) melalui Biro Kerja Sama resmi menjalin kolaborasi dengan UCSI Universiti Malaysia dalam penyelenggaraan program doktoral (S3) berbasis riset yang dapat diikuti secara daring dari Indonesia. Kerja sama ini ditandai dengan penyelenggaraan Graduate Workshop: Preparation for Master’s and Doctor Studies, di Gedung Menara UNAS, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (6/8/2025).

Mengangkat tema “Kiat Menembus Scopus Q1 – Program Doktor (Ph.D) by Research: Anda Bertanya? UCSI Menjawab”, acara ini menjadi tonggak awal kerja sama pendidikan tinggi Indonesia–Malaysia yang lebih inklusif dan fleksibel.

Direktur UNAS-UCSI Collaboration Centre, Prof. Paisal Halim, menjelaskan bahwa workshop ini bertujuan memperkenalkan program doktoral berbasis riset hasil kerja sama antara UNAS dan UCSI. Program ini dirancang sepenuhnya daring, sehingga peserta dari Indonesia tidak perlu kuliah langsung ke Malaysia.

“Kami ingin mempercepat penyebarluasan informasi mengenai program ini. Harapannya, media dapat membantu agar publik mengetahui bahwa kini tersedia program doktoral internasional yang bisa diakses secara daring,” ujar Prof. Paisal.

Baca juga : President University Buka Program Doktor Manajemen dengan 5 Konsentrasi

Program ini sepenuhnya berbasis riset, dengan masa studi selama tiga tahun. Model ini dinilai ideal bagi dosen, profesional, maupun pejabat yang memiliki mobilitas tinggi tetapi ingin meraih gelar akademik tertinggi. Program akan dibuka secara bertahap untuk 20–30 bidang studi, dengan target awal minimal 10 peserta. Pendaftaran dibuka setiap bulan, dan ijazah yang diterbitkan diakui Kementerian Pendidikan Tinggi Indonesia.

Sebagai narasumber utama dalam workshop ini, hadir Prof. Nangkula Utaberta, salah satu akademisi UCSI Universiti yang dikenal aktif mempublikasikan riset di jurnal bereputasi internasional. Dalam paparannya, dia membagikan strategi menembus jurnal Scopus Q1 dan memaparkan struktur program postgraduate by research di UCSI.

Adsense

“Di UCSI, kami mengedepankan fleksibilitas. Mahasiswa hanya perlu mengambil satu hingga tiga mata kuliah, seperti research methodology. Selebihnya difokuskan untuk penelitian. Jadi, waktu belajar bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” jelas Prof. Nangkula.

Dia juga menekankan pentingnya pola pikir riset dan kolaborasi antarpeneliti untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang bermutu. Para peserta workshop, yang terdiri atas dosen UNAS dan akademisi dari berbagai institusi, diajak berdiskusi dan menyusun strategi untuk menembus publikasi internasional.

Baca juga : BINUS Alam Sutera Luncurkan Program Digital Media Communication

“Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi pertemuan antar mahasiswa, tetapi juga ruang bagi tumbuhnya ilmu pengetahuan dan peradaban. Semoga ke depan lahir lebih banyak riset, diskusi, dan program bersama yang berdampak, baik bagi UNAS maupun UCSI,” tambahnya.

Inisiatif ini turut mendapat dukungan dari kalangan legislatif. Kepala Pusat Kajian Daerah dan Anggaran Setjen DPD RI, Sri Sundari, menyampaikan apresiasinya atas kerja sama UNAS dan UCSI.

“Program ini sangat relevan, terutama bagi pejabat atau akademisi di daerah yang mengalami keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas. Saya akan mendorong agar program ini disosialisasikan lebih luas melalui anggota DPD RI,” tuturnya.

UCSI Universiti menempati peringkat ke-269 dunia versi QS World University Rankings 2025. Dengan rekam jejak yang kuat dalam bidang riset dan jejaring akademik global, kerja sama antara UNAS dan UCSI diharapkan menjadi langkah nyata untuk menghadirkan pendidikan tinggi internasional yang terjangkau, fleksibel, dan berkualitas.

Baca juga : EMGS Hadirkan 20 Universitas Malaysia di Jakarta

Kerja sama ini akan secara resmi ditandatangani pada 9 Agustus 2025 di Hotel Pullman, Jakarta. Penandatanganan ini sekaligus menjadi simbol integrasi akademik antarnegara di era digital.

“Ini bukan sekadar kerja sama. Ini adalah komitmen UNAS untuk membuka akses pendidikan tinggi internasional dari dan untuk Indonesia. Siapa pun kini bisa meraih gelar doktor kelas dunia tanpa harus meninggalkan tanah air,” tutup Prof. Nangkula.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense