Dark/Light Mode

Bawa Bantuan Medis, Universitas Brawijaya Kirim Dua Dokter Ke Gaza Palestina

Sabtu, 5 Juli 2025 21:34 WIB
Dua dokter FK Universitas Brawijaya siap berangkat ke Gaza Dr. dr. Ristiawan Muji Laksono dan Dr. dr. Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat. (Foto: Humas UB)
Dua dokter FK Universitas Brawijaya siap berangkat ke Gaza Dr. dr. Ristiawan Muji Laksono dan Dr. dr. Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat. (Foto: Humas UB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Brawijaya (UB) mengirimkan dua dokter dari Fakultas Kedokteran (FK) untuk menjadi relawan misi kemanusiaan di Gaza, Palestina. Mereka bergabung bersama Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dan Rahmah World Wide untuk membantu para korban kekejaman zionis Israel. 

Dua dokter itu adalah Dr. dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp.An-TI, Subsp.M.N.(K), FIPP dan Dr. dr. Mohammad Kuntadi Syamsul Hidayat, M.Kes.MMR., Sp.OT. Selama dua pekan, mereka akan bertugas di Rumah Sakit An-Nasr dan Rumah Sakit Eropa di Gaza, bersama empat relawan dokter lain dari BSMI.

“Kalau saya merasa terpanggil karena ini peluang bagi kemanusiaan. Kebetulan saya dokter anestesi, dan di daerah konflik pasti banyak tindakan operasi, UGD, dan ICU,” ujar dr. Ristiawan sebelum keberangkatan, dikutip dari siaran pers UB, Sabtu (5/7/2025).

Baca juga : FK President University Komit Cetak Dokter Kompeten dan Berdaya Saing Global

Rektor UB Prof Widodo menjelaskan pengiriman tim dokter UB ke Gaza merupakan wujud nyata kampus, bahwa ilmu harus berpihak kepada kemanusiaan dan keberanian sejati hadir disaat dunia paling membutuhkan. “Pada dua saudaraku yang akan berangkat, berangkat lah dengan ikhlas tegakkan kemanusiaan dengan ilmu. Pulanglah dengan selamat membawa cahaya dan harapan bagi kita semua. Kita mungkin tidak mampu menghentikan semua perang, tapi kita bs mengirim harapan dan penyembuh dan hari ini kita kirim cahaya orang-orang terbaik kita ke gaza untuk kemanusiaan,” katanya.

Ketua UB Palestine Solidarity Prof Loeki Enggar Fitri mengatakan, ini adalah pertama kalinya UB mengirim dokter relawan ke Gaza. Ia menegaskan keberangkatan itu didukung penuh oleh kampus, termasuk dalam bentuk bantuan peralatan medis hasil donasi sivitas akademika dan alumni.

Total dana donasi yang terkumpul mendekati Rp1 miliar. Sekitar Rp 700 juta berasal dari alumni FK dan hampir Rp 290 juta dari sivitas akademika UB. Donasi itu diubah menjadi peralatan medis seperti alat Ultrasonografi (USG), jarum anestesi, dan bone graft. Sebagian alat akan dibawa langsung ke Gaza, sebagian lainnya diserahkan ke BSMI.

Baca juga : Rosan Roeslani: Investasi Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi

“Kami selalu berupaya berpartisipasi dalam misi kemanusiaan di Gaza. Kebutuhan paling mendesak adalah tenaga kesehatan, itu yang kami kirim,” ujar Prof. Loeki.

Ketua Umum DPN BSMI Muhamad Djazuli Ambari menyebut UB sebagai kampus pertama yang mengirim tim dokter ke Gaza. Ia menegaskan BSMI telah mengirimkan 38 rombongan tim medis ke Palestina dan akan terus melanjutkannya. “Kami sudah MoU dengan Rahmah Foundation yang siap mendukung tim-tim medis,” katanya.

Para dokter relawan sudah dibekali briefing kesiapsiagaan mental dan fisik. Mereka diingatkan soal tantangan di Gaza, termasuk keterbatasan makanan dan pemeriksaan ketat alat bantu medis oleh Israel Defense Forces (IDF).

Baca juga : Dubes Zuhair Al-Shun Apresiasi RI Terus Dukung Kemerdekaan Palestina

Wakil Rektor II UB Bidang Keuangan dan Sumber Daya Prof. Dr. Muchamad Ali Safa’at menegaskan bahwa pengiriman relawan ini adalah bentuk nyata keberpihakan UB pada kemanusiaan. “Keberpihakan itu lahir dari kesadaran intelektual. Kita tidak memandang asal persoalan itu, tapi kalau itu soal kemanusiaan, kita wajib berperan karena kita mampu,” tegas Prof. Ali.

Pengiriman tim dokter ini merupakan bagian dari program UB Palestine Solidarity, yang selama ini juga menggalang donasi dan menyediakan bantuan pendidikan untuk warga Palestina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.