BREAKING NEWS
 

Tes Kemampuan Akademik (TKA): Katalisator era Disruptif

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Senin, 15 September 2025 19:09 WIB
Athiyah, Ketua Bidang Media, Komunikasi dan Informatika KOPRI PB PMII 2024-2027. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Berbicara Pendidikan Indonesia di era disruptif sama halnya dengan membahas tentang percepatan perubahan teknologi dan ketidakpastian. Banyak ahli telah memperkirakan bahwa sistem Pendidikan di Indonesia akan mengalami disrupsi yang pada akhirnya membawa pada perubahan mendasar.

Salah satu kebijakan yang baru saja diterbitkan oleh Kemdikdasmen tentang Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diklaim sebagai salah satu kebijakan yang inklusif dikarenakan adanya kebijakan ini untuk menyelesaikan kesenjangan mutu dan akses, pengukuran capaian belajar yang terukur dan terstandarisasi.

Maka, sasaran TKA tidak hanya untuk sekolah formal dasar dan menengah saja. Akan tetepi sekolah non-formal yang setingkat dan tidak berbatas pada zonasi ataupun akreditasi sebuah sekolah.

Sedangkan materi yang diujikan pada tes TKA adalah materi kemampuan dasar membaca dan menghitung. Pertanyaannya, mampukah TKA menjadi katalisator yang efektif dan benar-benar menghubungkan siswa dengan tuntutan era disruptif yang serba cepat ini?

TKA dan Tantangan Pendidikan Abad Ke-21

Baca juga : Tes Kemampuan Akademik Digelar Gratis, Yuk Coba

Banyak buku dan ahli di dunia Pendidikan telah menuliskan bahwa sistem Pendidikan di Indonesia harus bisa adaptif terhadap kecepatan teknologi.

Mengutip perkataan Darwin, bahwa manusia bisa bertahan jika dia mampu beradaptasi. Maka untuk menjawab keresahan tersebut, terlebih dahulu harus memahami kebutuhan skill pada abad ke-21.

Banyak ahli yang telah membahas bahwa dibutuhkan 3Rs (Reading, Writing, Arithmetic) dan 4C (Critical Thinking, Collaboration, Communication, Creativity).

Untuk sampai pada skill yang dibutuhkan, salah satu hal yang harus dipenuhi adalah konsepsi dan asesmen yang relevan dengan kebutuhan abad 21, salah satunya adalah tidak hanya mengukur hasil pembelajaran tapi juga prosesnya baik secara formatif maupun sumatif.

Maka keberadaan TKA yang tidak hanya mengukur hasil akhir siswa, tapi juga megukur proses belajar mereka. Di mana pada TKA akan berfokus pada 3 skill yang dibutuhkan yaitu melalui Pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Dasar dan Menengah dan Bahasa Inggris untuk Sekolah Menengah Atas serta menambahkan dua mata Pelajaran sesuai dengan jurusan yang dipilih oleh siswa.

Baca juga : Tes Kemampuan Akademik Dimulai November, Pemda Siap Kawal Pelaksanaan

Sebagaimana yang dijelaskan melalui website Kemdikdasmen melalui websitenya, jika siswa mengambil jurusan IPA, maka bisa memilih biologi, fisika dan kimia sebagai materi yang ia ujikan, jika IPS, siswa dapat memilih ekonomi, sosiologi, geografi, sejarah, antropologi dan Pendidikan Pancasila.

Lebih lanjut, jika siswa menempuh sekolah kejuruan, maka dapat memiliki Projek Kreatif sesuai jurusannya. Namun pada Tes Kemampuan Akademik tidak hanya berbatas pada jurusan, untuk mata Pelajaran pilihan, mereka juga tetap dapat memilih, Matematika Lanjutan, Bahasa Indonesia Lanjutan dan Bahasa Inggris Lanjutan.

Lebih lanjut, Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga tidak berbatas pada Pendidikan Formal tapi juga untuk Infromal non-formal di jenjang sekolah Dasar, Menengah dan Menengah Atas.

Hal ini sesuai dengan tujuan dan fungsi Pendidikan di Indonesia yaitu mengembangkan peradaban bangsa. Maka melihat dari sasaran dan mata pelajarannya sudah cukup inklusif.

Adsense

Melihat dari fungsi dan penjelasan Kemdikdasmen yaitu mengukur capain murid dengan inkluif, maka selama program ini dilakukan dengan berfokus pada percepatan perubahan dan kemajuan teknologi, dapat menjadi jembatan untuk memenuhi kebutuhan skill yang dibutuhkan di abad 21.

Baca juga : Tes Kemampuan Akademik Bikin Penilaian Hasil Belajar Siswa Lebih Objektif

Pada dua Mata Pelajaran di Tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah, hal tersebut dapat membuat siswa terbiasa melatih kemampuan membaca, menulis dan berhitung dengan hasil yang terukur.

Serta penambahan mata pelajaran Bahasa Inggris dan dua mata pelajaran yang dapat dipilih sendiri oleh siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas juga merupakan salah satu indikator yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Pelaksanaan TKA yang tidak berbatas zonasi dan berbasis komputer, juga dapat melatih siswa agar terbiasa dengan infomasi dan komunikasi berbasis teknologi.

Dari sisi ini, TKA tampak memberikan fleksibilitas sekaligus dorongan agar siswa lebih mandiri menentukan jalannya sendiri.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense