RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompetitif, kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak lagi hanya diukur dari kemampuan teknis atau hard skill semata.
Karakter, etika, dan akhlak dalam berkomunikasi kini menjadi fondasi penting yang menentukan keberhasilan seseorang dalam kehidupan sosial maupun profesional.
Berangkat dari kesadaran tersebut, Arsitek HR meluncurkan program pembinaan komunikasi beradab di lingkungan pesantren melalui pelatihan bertajuk “BRIGHT TALK – Komunikasi Cerdas untuk Generasi Masa Kini".
Program perdana ini digelar di Pesantren Darul Amanah Insani, Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, 25 Oktober 2025, dan diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari santri, guru, serta pengurus pesantren.
Kegiatan dipandu oleh Fauzan Muslim dan Hendra Lesmana, selaku Founder Arsitek HR. Menurut Fauzan Muslim, banyak lembaga yang hanya fokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi melupakan pentingnya karakter.
Baca juga : Jaga Keberlanjutan Lingkungan, LPkR Perkuat Komitmen Efisiensi Penggunaan Air
“Pengembangan SDM bukan hanya soal skill, tetapi juga akhlak dalam berkomunikasi. Jika tutur kata baik, hati tenang, dan hubungan terjaga, maka ilmu akan lebih mudah diserap dan disampaikan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Arsitek HR ingin menanamkan pemahaman bahwa komunikasi bukan sekadar menyampaikan kata, melainkan menyampaikan kehidupan, yang mencakup kesantunan, empati, kesadaran, dan penghormatan terhadap sesama.
Program ini mengajarkan metode Nonviolent Communication (NVC) dan Feedback Sandwich, pendekatan komunikasi yang humanis, adaptif, dan praktis.
“Pahami sebelum menilai, dengarkan sebelum menyimpulkan, dan bimbing sebelum menghukum. Itulah arah komunikasi yang ingin kita bangun,” tambah Fauzan, yang juga CEO PT Dinamika Lintas Generasi.
Dia mengungkapkan, pesantren dipilih sebagai titik awal karena menjadi rumah pembentukan akhlak generasi bangsa. Santri adalah calon pemimpin moral masyarakat.
Baca juga : PLN Indonesia Power Terangi Negeri Lewat Program Light Up The Dream
Guru di pesantren bukan sekadar mengajar, tetapi mendidik peradaban. Karakter tutur kata menentukan citra dan keberkahan ilmu.
“Jika pesantren kuat dalam komunikasi yang lembut dan beradab, maka masyarakat akan ikut merasakan manfaatnya,” tegas Fauzan.
Arsitek HR menargetkan program ini tidak berhenti di satu pesantren saja. Ke depan, akan dilakukan implementasi rutin dalam bentuk kelas pembinaan karakter dan komunikasi.
Lalu, kolaborasi dengan lebih banyak pesantren di Jawa Barat dan tingkat nasional. Serta, pembentukan trainer lokal agar penguatan komunikasi bisa berjalan mandiri dan berkelanjutan.
“Kami ingin melahirkan generasi yang cerdas dalam pemikiran, lembut dalam tutur kata, dan kuat dalam akhlak,” tutup Hendra Lesmana, Founder Arsitek HR.
Baca juga : Pertamina Kembangkan Desa Energi Berdikari di Lebak Gede Banten
Arsitek HR adalah konsultan pengembangan SDM yang berfokus pada transformasi organisasi, karakter komunikasi, dan psikologi kepemimpinan.
Dengan pendekatan berbasis empati, nilai keagamaan, dan praktik dunia nyata, Arsitek HR berkomitmen membangun manusia berdaya dan berakhlak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.