BREAKING NEWS
 

Bakti Dharma 2026, Mahasiswa Universitas Trisakti Bangun Desa Ambarjaya

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 20 Februari 2026 13:11 WIB
Kegiatan Bakti Dharma 2026 Mahasiswa Universitas Trisakti di Desa Ambarjaya, Sukabumi. (Foto: Dok. Universitas Trisakti)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (BEM FTSP) Universitas Trisakti melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui kegiatan Bakti Dharma 2026. Mengusung tema “Pengabdian Mahasiswa sebagai Aksi Nyata untuk Meningkatkan Kepedulian dan Kualitas Hidup Masyarakat”, kegiatan ini berlangsung pada 13–15 Februari 2026 di Desa Ambarjaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kegiatan dibuka Kepala Desa Ambarjaya, Eman Suherman, dan dihadiri Wakil Dekan III Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti, Fajar Rezandi, beserta jajaran dan pengurus organisasi mahasiswa di lingkungan FTSP Universitas Trisakti.

Dalam sambutannya, Eman Suherman menyampaikan bahwa perguruan tinggi dan mahasiswa memiliki peran penting dalam memajukan desa. Ia mengakui Desa Ambarjaya merasakan manfaat dari program pengabdian yang dilakukan Universitas Trisakti selama tiga tahun terakhir.

“Perguruan tinggi dan mahasiswa memiliki peran penting dalam memajukan suatu desa, termasuk Desa Ambarjaya,” ujar Eman, saat pembukaan kegiatan.

Baca juga : Kemala Run 2026, Olahraga untuk Solidaritas dan Aksi Kemanusiaan Nasional

Ketua BEM FTSP Universitas Trisakti periode 2025/2026, M. Bintang Yuristira, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian mahasiswa, tetapi juga proses pembelajaran sosial.

“Bakti Dharma 2026 bukan hanya sekadar bentuk pengabdian mahasiswa FTSP Universitas Trisakti kepada masyarakat, tetapi juga menjadi proses mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran sosial di lingkungan sekitarnya,” katanya.

Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan berbagai pihak. Salah satunya PT Jakarta Propertindo (Perseroda) yang bekerja sama dengan BEM FTSP Universitas Trisakti untuk mendukung keberlangsungan program.

Adsense

Usai pembukaan, mahasiswa langsung melakukan pembuatan tempat sampah dari limbah galon air mineral yang dimodifikasi. Tempat sampah tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana kebersihan, tetapi juga memiliki nilai estetika untuk ditempatkan di Madrasah Ibtidaiyah Somang.

Baca juga : Bank Aladin Syariah Salurkan Beasiswa Untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera

Memasuki hari kedua, peserta dibagi menjadi tiga kelompok kerja dengan kegiatan berbeda, yakni pembangunan gapura menuju Curug Cisalada, pembersihan drainase dan toilet umum, serta penyuluhan keilmuan di Madrasah Ibtidaiyah Somang.

Pembuatan gapura diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata Curug Cisalada sehingga berdampak pada peningkatan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Ambarjaya. Sementara itu, pembersihan drainase dan toilet umum di sekitar SMP AlMABAR bertujuan melancarkan aliran air, mengurangi potensi genangan saat musim hujan, serta meningkatkan kenyamanan warga dan pengunjung.

Selain pembangunan fisik, kegiatan juga menghadirkan penyuluhan keilmuan mengenai teknik sipil dan arsitektur bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah Somang. Kegiatan ini dihadiri Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti, Mohammad Ishack, beserta jajaran.

Para siswa terlihat antusias mengikuti sesi workshop, mulai dari pembuatan jembatan menggunakan stik hingga merancang rumah impian mereka.

Baca juga : Jelang Ramadan, Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Bangun 12 Sumur Bor di Aceh

Selama tiga hari pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan. Warga setempat turut membantu mahasiswa dalam berbagai aktivitas, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh semangat.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan yang efektif lahir dari sinergi antara akademisi dan masyarakat sebagai mitra sejajar. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat identitas mahasiswa FTSP sebagai agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan mampu menawarkan solusi berbasis keilmuan.

Program ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun diharapkan meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup warga, sementara penyuluhan keilmuan dapat menumbuhkan semangat belajar serta rasa ingin tahu siswa.

Penutupan Bakti Dharma 2026 dilaksanakan pada 15 Februari 2026 oleh Ketua Pelaksana, Rakha Dio Prawira.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense