BREAKING NEWS
 

Kolaborasi UMB dan USM Dorong Ketahanan Pangan Perkotaan

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Sabtu, 9 Mei 2026 15:57 WIB
UMB dan USM menerapkan urban agriculture di Kedaung Kali Angke (Foto: Dok. UMB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kolaborasi internasional antara Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta dan Universiti Sains Malaysia (USM) menghadirkan solusi ketahanan pangan di kawasan padat penduduk dan rawan banjir melalui penerapan pertanian perkotaan berbasis teknologi tepat guna.

Program tersebut diwujudkan melalui International Community Service 2026 yang menyasar warga Kelurahan Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat. Kawasan itu dikenal memiliki kepadatan hunian tinggi dan menjadi langganan banjir tahunan.

Mengusung tema “Implementation of Integrated Urban Agriculture Systems (Hydroponics & Vertical Gardening) for Food Security in Dense and Flood-Prone Areas”, kedua universitas berupaya mengubah keterbatasan lahan menjadi sumber pangan mandiri bagi masyarakat.

Kelurahan Kedaung Kali Angke dipilih karena minim ruang terbuka hijau sehingga membutuhkan inovasi pertanian yang tidak bergantung pada tanah (soil-less).

Melalui metode hidroponik dan vertical gardening, warga diperkenalkan pada teknik menanam sayuran secara bertingkat yang tetap aman meski permukaan tanah tergenang banjir.

Baca juga : Kemenkop Dorong Akses Keuangan Perkuat Ekonomi Desa Berkelanjutan

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Rina Asmara memaparkan materi mengenai transformasi ekonomi lokal berbasis hidroponik. Selanjutnya, Dr. Nengzih menjelaskan konsep kebun vertikal produktif yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana peningkatan ekonomi keluarga.

Materi berikutnya disampaikan Dr. Nurul Hidayah mengenai strategi manajemen keuangan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, Dr. Lucky Nugroho mengaitkan sistem hidroponik dengan pengelolaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hijau. Penguatan aspek ketahanan ekonomi dan pangan disampaikan Dr. Adli, sedangkan integrasi pertanian perkotaan dan tata kelola UMKM dipaparkan Dr. Erna Setiany.

Kegiatan itu juga menghadirkan dosen tamu dari USM, Dr. Anees Janee Ali, yang membahas konsep bisnis hijau.

Adsense

Dalam sesi praktik, Wahyu dan Ita selaku narasumber budidaya hidroponik menjelaskan bahwa sistem pertanian vertikal tersebut mengadopsi teknologi yang telah sukses diterapkan di berbagai kawasan lahan sempit.

Baca juga : Serap Aspirasi Petani Lampung, Menko Pangan Perkuat Pupuk & Harga Panen

Menurut mereka, kemandirian pangan rumah tangga menjadi benteng utama menghadapi krisis ekonomi global.

“Kami membawa konsep Vertical Green Resilience ke Jakarta. Di sini, masyarakat diajarkan bahwa keterbatasan ruang bukan hambatan untuk berproduksi. Dengan instalasi yang kami rancang, tanaman tetap berada di posisi tinggi sehingga ketika banjir datang, aset pangan warga tidak rusak atau hanyut,” ujar Wahyu, saat mendampingi warga merakit instalasi.

Pihak Universitas Mercu Buana menegaskan, kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata peran akademisi dalam menjawab persoalan masyarakat.

Selain bantuan instalasi hidroponik, program juga mencakup pelatihan manajemen pascapanen dan pemeliharaan sistem agar berjalan berkelanjutan.

Tim dosen UMB menilai perubahan pola pikir masyarakat menjadi hal penting, terutama dalam memanfaatkan ruang sempit untuk pertanian hidroponik.

Baca juga : Tiba Di Manila, Prabowo Akan Bicara Ketahanan Energi

“Ini merupakan langkah awal menuju rumah hijau bagi masyarakat. Kami tidak hanya memberikan alat, tetapi juga transfer pengetahuan. Mahasiswa dari UMB dan USM bekerja sama langsung dengan warga sehingga terjadi pertukaran budaya dan ilmu secara alami di lapangan,” ujar Dr. Erna Setiany.

Kegiatan yang berlangsung semarak itu diikuti puluhan ibu rumah tangga. Warga mendapatkan pelatihan mulai dari dasar-dasar hidroponik hingga teknik penanganan hama organik.

Partisipasi aktif warga menunjukkan tingginya harapan terhadap solusi pangan yang praktis, murah, dan mampu membuka peluang usaha untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga serta UMKM.

Melalui kemitraan strategis tersebut, Kelurahan Kedaung Kali Angke diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagi kawasan padat penduduk lainnya di Jakarta.

Program International Community Service 2026 Universitas Mercu Buana juga menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas negara mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense