Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Serap Aspirasi Petani Lampung, Menko Pangan Perkuat Pupuk & Harga Panen
Jumat, 8 Mei 2026 14:29 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat kesejahteraan petani melalui pembenahan distribusi pupuk, penguatan harga hasil panen, hingga percepatan pembangunan sarana pertanian.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan dalam kegiatan Rembuk Tani Lampung di Lampung Selatan, Jumat (8/5/2026). Acara itu dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, aparat keamanan, serta ratusan petani dari berbagai wilayah di Lampung Selatan.
Dalam dialog bersama petani, Menko Pangan menegaskan pembangunan sektor pangan tidak cukup hanya mengejar peningkatan produksi. Menurutnya, kesejahteraan petani juga harus menjadi perhatian utama pemerintah.
“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan. Karena itu, pemerintah ingin memastikan pupuk mudah diperoleh, irigasi berjalan baik, dan harga hasil panen tetap menguntungkan,” ujarnya.
Baca juga : Reda Manthovani Luncurkan JagaIndonesiaPintar.id, Perketat Pengawasan Dana PIP
Pemerintah, kata dia, dalam dua tahun terakhir terus membenahi tata kelola pupuk agar distribusinya lebih tepat sasaran dan mudah diakses petani.
Perbaikan tersebut dinilai mulai berdampak terhadap peningkatan produksi pertanian nasional. Produksi yang sebelumnya berada di kisaran 30 juta ton kini meningkat menjadi lebih dari 34 juta ton per tahun.
Selain pupuk, pemerintah juga terus menjaga stabilitas harga hasil panen petani. Saat ini, harga gabah disebut berada di kisaran Rp6.500 per kilogram. Sementara harga komoditas lain seperti jagung dan singkong juga menunjukkan tren positif.
Dalam rembuk tersebut, para petani menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi di lapangan. Mulai dari kebutuhan bibit unggul, alat dan mesin pertanian, perbaikan irigasi, bantuan sumur bor menghadapi musim kemarau, hingga penanganan hama penyakit jagung.
Baca juga : Dearly Djoshua, Kasih Warning Jangan Genit Sama Ari Lasso
Menanggapi hal itu, Menko Pangan meminta pemerintah daerah segera menyusun kebutuhan prioritas agar bisa ditindaklanjuti bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Silakan kebutuhan prioritas disampaikan secara resmi supaya bisa segera kita tindak lanjuti bersama,” katanya.
Selain membahas sektor pangan, pemerintah juga menyiapkan pengembangan kawasan perkebunan untuk penelitian dan pembibitan unggul berbagai komoditas. Di antaranya kelapa, kopi, kakao, dan komoditas perkebunan lainnya.
Bibit hasil pengembangan tersebut nantinya akan dibagikan kepada petani sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa dan peningkatan produktivitas masyarakat.
Baca juga : Zulhas Pastikan Stok Pupuk Aman, Harga Gabah Terjaga
Pemerintah berharap penguatan sektor pertanian dan perkebunan dapat mempercepat tercapainya ketahanan sekaligus swasembada pangan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya