Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kakorlantas Terima Audiensi Taksi Green SM, Dorong Evaluasi Keselamatan
Selasa, 5 Mei 2026 11:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menerima audiensi manajemen Taksi Green SM untuk membahas peningkatan keselamatan dan tata kelola transportasi.
Dalam pertemuan tersebut, Irjen Agus menegaskan bahwa pendekatan yang dikedepankan bukan semata penegakan hukum, melainkan kolaborasi dengan para pelaku usaha.
Korlantas, kata dia, ingin membangun pola kerja yang lebih komunikatif guna mendorong perbaikan bersama.
“Tidak bangga melakukan penegakan hukum, tapi akan senang ketika bisa kolaborasi dan komunikasi dengan mitra untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, setiap peristiwa kecelakaan harus dilihat secara menyeluruh.
Penyebabnya tidak hanya berasal dari faktor pengemudi atau human error, tetapi juga dapat dipengaruhi kondisi kendaraan, manajemen perusahaan, hingga faktor jalan dan lingkungan.
Baca juga : Panas Makkah Kian Terik, Jemaah Lansia Banyak Yang Kelelahan
“Tidak absolut kesalahan ada pada pengemudi. Bisa juga dari kendaraan atau manajemen. Bahkan korporasi bisa ikut bertanggung jawab,” katanya.
Irjen Agus juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap setiap kejadian kecelakaan, termasuk di perlintasan sebidang kereta api.
Menurutnya, hasil analisis dapat menjadi dasar perbaikan sistem pengawasan dan tata kelola perusahaan transportasi.
Selain itu, Korlantas mendorong penerapan sistem traffic attitude record untuk memantau perilaku pengemudi secara terintegrasi, termasuk data pelanggaran melalui sistem tilang elektronik (ETLE).
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kompetensi dan kedisiplinan pengemudi.
Korlantas juga menawarkan program pelatihan ulang melalui Indonesia Safety Driving Center (ISDC) guna meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas.
Baca juga : Jenguk Korban Di RSUD Bekasi, Prabowo Evaluasi Sistem Keselamatan Kereta Api
“Dari sekitar 10 ribu pengemudi, perlu ada kontrol dan pembinaan. Bisa dilatih kembali agar lebih disiplin dan patuh,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Taksi Green SM Denny Gunawan menyampaikan apresiasi atas inisiatif kolaborasi tersebut.
Ia juga menyampaikan simpati atas insiden yang terjadi dan memastikan perusahaan telah mengambil langkah awal, termasuk menghubungi korban.
“Di saat yang sama kami turut simpati atas kejadian yang berlangsung. Kami juga sudah melakukan beberapa langkah, salah satunya menghubungi korban, terlepas dari proses investigasi yang berjalan,” kata Denny.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam pembinaan pengemudi.
Pihaknya kini tengah menyiapkan program pelatihan ulang guna membangun budaya keselamatan sebagai prioritas utama.
Baca juga : Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi
“Kami melihat masih ada area yang bisa ditingkatkan, seperti pelatihan kembali. Bagaimana membangun budaya agar pengemudi menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan pelatihan selama ini masih menghadapi sejumlah kendala. Karena itu, kolaborasi dengan Korlantas diharapkan dapat menghadirkan edukasi yang lebih efektif dan terstandar.
“Dengan kolaborasi ini kami berharap edukasi dari pihak yang berkompeten bisa menjadi tolok ukur bagi pengemudi untuk tidak mengulangi pelanggaran,” tambahnya.
Ke depan, Taksi Green SM memastikan akan melibatkan jajaran lalu lintas dalam program pelatihan pengemudi, termasuk dalam pengembangan jumlah armada.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi model sinergi antara Korlantas Polri dan perusahaan transportasi dalam meningkatkan keselamatan serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan angkutan umum.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya