Di tengah upaya menyiapkan generasi muda menghadapi era digital, Pemerintah berencana memasukkan materi AI dan coding ke dalam kurikulum sekolah. Gagasan ini memang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Namun sebelum kurikulum tersebut diterapkan secara luas, ada satu pertanyaan penting yang perlu dipertimbangkan: Apakah.semua sekolah sudah benar-benar siap menjalankannya?
Keresahan ini muncul karena fasilitas pendidikan kita belum sama rata. Mengutip data GoodStats pada tahun 2026, Sulawesi Barat menjadi provinsi dengan tingkat penetrasi internet terendah di Indonesia, yaitu hanya sebesar 54,29 persen, diikuti Papua Pegunungan di angka 58,72 persen. Angka ini jauh tertinggal dari rata-rata nasional yang sudah mencapai 81,72 persen, terutama di kota-kota besar yang fasilitasnya jauh lebih maju. Di tengah ketimpangan yang nyata ini, memasukkan materi berat seperti AI dan coding untuk semua sekolah akan sulit, karena internet stabilnya saja belum ada di wilayah pelosok.
Baca juga : Anggaran Masih Kecil, Senayan Harap Program 10 Juta UMKM Tetap Jalan
Di luar permasalahan itu, kondisi fisik sekolah di beberapa daerah masih memprihatinkan. Banyak sekolah di pelosok yang belum memiliki laboratorium komputer standar. Bahkan, ada juga yang kondisi bangunan sekolahnya saja tidak layak. Atapnya bocor saat hujan, bahkan akses transportasi menuju sekolah masih sulit ditempuh.
Selain masalah bangunan dan internet, kesiapan guru juga harus menjadi perhatian. Kurikulum sekeren apa pun tidak akan jalan kalau gurunya sendiri belum siap. Faktanya di lapangan, jangankan mengajar coding atau AI, masih banyak guru—terutama di daerah pelosok—yang masih bingung cara menggunakan laptop dan proyektor untuk mengajar sehari-hari. Kebijakan menambah materi baru tanpa dibarengi pelatihan yang matang akan membebani mereka.
Baca juga : Jelang Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan Layanan One Call Center 133
Pembelajaran AI dan coding dapat menjadi langkah yang positif bagi pendidikan Indonesia. Namun, menurut saya, kebijakan tersebut harus tetap melihat realitas di lapangan secara objektif. Sebelum terburu-buru menerapkan materi coding dan AI, Pemerintah sebaiknya fokus menyelesaikan masalah mendasar dulu, mulai dari pemerataan internet hingga kelayakan gedung sekolah. Jangan sampai kita sibuk mengadopsi kurikulum "canggih" di atas kertas, sementara fasilitas dasar pendidikan di banyak daerah justru diabaikan.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.