BREAKING NEWS
 

Hari Anak Nasional, Regina Art Hadirkan Teater Musikal Ramah Autisme

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Kamis, 9 Juli 2026 08:59 WIB
Regina Art menghadirkan terobosan di dunia seni pertunjukan melalui pementasan musikal Fantasy Land yang dirancang ramah bagi anak-anak penyandang autisme. Foto: Regina Art

RM.id  Rakyat Merdeka - Menyambut Hari Anak Nasional 2026, Regina Art menghadirkan terobosan di dunia seni pertunjukan melalui pementasan musikal Fantasy Land yang dirancang ramah bagi anak-anak penyandang autisme.

Pertunjukan ini akan digelar di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, pada 18 Juli 2026.

Berbeda dari pertunjukan pada umumnya, Fantasy Land mengusung konsep sensory-friendly dengan berbagai penyesuaian agar anak-anak yang memiliki sensitivitas sensorik dapat menikmati pertunjukan secara nyaman dan aman.

Pendiri Regina Art sekaligus penulis naskah Fantasy Land, Joane Win, mengatakan ide tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap minimnya ruang hiburan yang benar-benar inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya penyandang autisme.

"Anak-anak dengan autisme sering menghadapi tantangan saat menyaksikan pertunjukan konvensional karena pencahayaan yang terlalu terang maupun suara yang terlalu keras. Kami ingin meruntuhkan batasan itu. Seni adalah hak setiap anak yang harus bisa diakses secara aman, nyaman, dan tanpa diskriminasi," ujar Joane di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Baca juga : Peringati Hari Doa Nasional, Wamen Fajar: Pendidikan Jalan Memuliakan Manusia

Menurutnya, Fantasy Land tak sekadar menyuguhkan hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya menerima perbedaan. Melalui kisah yang diangkat, setiap anak diajak untuk bermain, bermimpi, dan diterima apa adanya tanpa memandang kondisi maupun latar belakang.

"Kami ingin menanamkan nilai persahabatan, empati, dan rasa percaya diri kepada anak-anak. Orang tua juga diingatkan bahwa setiap anak memiliki keunikan yang layak dihargai dan didukung," katanya.

Untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi penyandang autisme, Regina Art melakukan sejumlah penyesuaian teknis. Volume musik dan efek suara dibuat lebih lembut, penggunaan lampu berkedip (strobe) ditiadakan, sementara pencahayaan di area penonton tetap temaram dan tidak gelap sepenuhnya.

Adsense

Tak hanya itu, seluruh pemain juga mendapatkan pelatihan khusus agar mampu merespons secara adaptif apabila terjadi interaksi spontan dari anak-anak selama pertunjukan berlangsung.

Joane menjelaskan, persiapan pementasan dilakukan selama tiga hingga empat bulan. Prosesnya meliputi riset kebutuhan anak berkebutuhan khusus, konsultasi dengan terapis dan ahli perilaku anak, penyempurnaan naskah, penataan panggung, hingga latihan intensif para pemain.

Baca juga : Pakar Nilai Pertamina Rasional Tahan Harga Pertamax

Dia menilai kehadiran ruang seni yang inklusif penting untuk membangun kesadaran bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dalam menikmati karya seni.

"Ruang seni inklusif bukan sekadar konsep, melainkan bukti bahwa semua orang memiliki kesempatan yang sama menikmati seni. Kami berharap masyarakat semakin terbiasa berbagi ruang dan menumbuhkan empati terhadap penyandang disabilitas," ujarnya.

Joane berharap Fantasy Land dapat menjadi safe space bagi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, masih banyak orang tua yang merasa khawatir membawa anak ke ruang publik karena takut menghadapi stigma.

Meski dirancang ramah autisme, pertunjukan ini terbuka untuk seluruh keluarga. Anak-anak dapat menikmati cerita, musik, dan visual yang disajikan, sekaligus belajar menghargai perbedaan dan berinteraksi dengan teman-teman berkebutuhan khusus sejak dini.

Ke depan, Regina Art berkomitmen menjadikan konsep inklusivitas sebagai identitas dalam setiap karya yang dihadirkan.

Baca juga : Menteri Ekraf Gandeng Yayasan Pena Bangsa Kembangkan Talenta Muda Daerah

"Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat. Inklusivitas bukan soal belas kasihan, melainkan kesetaraan dalam memenuhi hak setiap anak. Yang dibutuhkan adalah ruang, penerimaan, dan hilangnya stigma terhadap anak-anak berkebutuhan khusus beserta keluarganya," tutur Joane.

Fantasy Land akan dipentaskan secara gratis pada Sabtu, 18 Juli 2026, dalam dua sesi, yakni pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia. Masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan wajib melakukan reservasi melalui IndonesiaKaya.com. Pendaftaran dijadwalkan dibuka sekitar 12 Juli 2026 dengan kuota sekitar 150 kursi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense