Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Peringati Hari Doa Nasional, Wamen Fajar: Pendidikan Jalan Memuliakan Manusia
Minggu, 5 Juli 2026 17:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan pendidikan merupakan jalan untuk memuliakan manusia sekaligus menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, pembangunan pendidikan nasional tidak bisa hanya mengandalkan negara, tetapi juga membutuhkan peran aktif organisasi keagamaan, yayasan pendidikan, komunitas, guru, dan orang tua.
Hal itu disampaikan Fajar saat menghadiri Diskusi Hari Doa Nasional 2026 yang diinisiasi Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) di Bukit Doa Nusantara, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/7/2026).
Menurut Fajar, Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya. Karena itu, pendidikan nasional harus menjadi rumah bersama yang memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak Indonesia.
"Tugas negara bukan menyeragamkan identitas pendidikan. Tugas negara adalah memastikan bahwa setiap anak memperoleh hak yang sama atas pendidikan yang aman, bermutu, dan bermartabat, tanpa membedakan agama, lokasi geografis, ataupun status sekolah tempat mereka belajar. Inilah makna sesungguhnya dari kebijakan Pendidikan Bermutu untuk Semua," ujarnya.
Baca juga : Tinjau Sekolah Rakyat Di Medan, AHY: Pendidikan Gratis Putus Rantai Kemiskinan
Fajar mengatakan, dalam berbagai kunjungan kerja ke daerah, khususnya wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), ia selalu menyempatkan diri mengunjungi sekolah-sekolah lintas agama. Menurutnya, semangat para guru dalam mendidik anak-anak tetap tinggi meski menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Ia mencontohkan kunjungan ke PAUD Katolik El-Shaddai di Tapanuli Utara, SD Katolik Sanggau di Kalimantan Barat, SD GMIM Kayuwatu di Sulawesi Utara, SMP Kristen Mollo Selatan di Nusa Tenggara Timur, SMA Santo Thomas Yogyakarta, hingga SMA Katolik Kesuma Mataram.
Selain itu, Fajar juga mengunjungi sejumlah sekolah yang dikelola organisasi masyarakat dan komunitas, seperti Puhua School Purwokerto, SMP Taman Siswa Yogyakarta, TK Muslimat NU, SDIT Persis, SMK NU Lasem, SMA Dwijendra Bali, serta berbagai sekolah swasta lainnya.
"Kunjungan-kunjungan tersebut memperlihatkan satu kenyataan yang sama, yakni semangat para guru melampaui keterbatasan fasilitas. Tugas pemerintah adalah memastikan semangat itu tidak dibiarkan berjalan sendirian," katanya.
Baca juga : FBS UNAS Gelar Seminar Nasional Menelaah Jejak Kepahlawanan Sutan Takdir Alisjahbana
Menurut Fajar, pendidikan bermutu untuk semua merupakan ikhtiar kolektif agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal akibat perbedaan agama, kondisi ekonomi, maupun tempat tinggal.
"Indonesia tidak bisa hanya dibangun oleh pemerintah. Indonesia dibangun oleh jutaan guru, para orang tua, yayasan pendidikan, organisasi keagamaan, gereja, pesantren, komunitas, dan seluruh warga negara yang percaya bahwa pendidikan adalah jalan memuliakan manusia," tegasnya.
Paparan Fajar mendapat apresiasi dari para penanggap diskusi, antara lain Romo Aloysius Budi Purnomo dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Rendy Alexander Chuang dari Persekutuan Baptis Indonesia (PBI), serta peserta dari berbagai organisasi keagamaan.
Sebelum menghadiri diskusi, Fajar juga meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Gelombang II di SMA Negeri 5 Balikpapan.
Baca juga : Komut Pertamina: Inovasi, Profesionalisme, dan Empati Kunci Pelayanan ke Masyarakat
Ia menilai pelaksanaan SPMB di sekolah tersebut telah berjalan sesuai ketentuan Kemendikdasmen berkat dukungan pemerintah daerah dan kesiapan panitia pelaksana.
"Saya sampaikan terima kasih kepada kepala sekolah dan keluarga besar SMA Negeri 5 yang telah menjalankan tugas kependidikan dengan baik. Kami juga menitipkan agar pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) nanti benar-benar mengikuti panduan dari Kemendikdasmen," ujar Fajar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya