RM.id Rakyat Merdeka - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melepas 300 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (3/9/2026). Momen tersebut berlangsung dalam kegiatan Pembekalan dan Pelepasan Mahasiswa KKN UNM, Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027.
Sebanyak 3.110 mahasiswa UNM mengikuti program KKN Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Dari jumlah tersebut, 300 mahasiswa mengikuti KKN Tematik Literasi, sementara mahasiswa lainnya mengikuti KKN Reguler Angkatan LV dan KKN Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terpadu Angkatan XXXIII.
Kepala Perpusnas Prof. E. Aminudin Aziz menyampaikan, keterlibatan Perpusnas dalam KKN Tematik Literasi merupakan bagian dari ikhtiar bersama Kemendiktisaintek untuk menjadikan literasi sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, tidak ada bangsa yang dapat mencapai kemajuan dan kesejahteraan apabila tingkat literasi masyarakatnya rendah. Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang mampu berpikir kritis serta memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.
Baca juga : BSI Borong 4 Penghargaan OJK Buka 679.000 Rekening Pelajar Baru Hingga Juni 2026
Melihat tingginya animo perguruan tinggi, Kepala Perpusnas menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Tematik Literasi ditargetkan menjangkau 1.500 lokus pada 2027, atau bertambah 500 lokus.
“Kami melihat animo dari perguruan tinggi semakin besar sehingga akan ada tambahan 500 lokus pelaksanaan KKN Tematik Literasi. Tentu, kami akan tetap berkoordinasi dengan teman-teman di Kemendiktisaintek untuk menentukan perguruan tinggi mana saja yang dapat ditambahkan ke dalam daftar peserta program literasi di masyarakat ini,” ujarnya.
Prof. Amin menjelaskan, KKN menjadi salah satu bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dalam membawa ilmu pengetahuan agar dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program ini sekaligus menjadi ruang untuk menghubungkan pemikiran dan gagasan yang berkembang di lingkungan akademik dengan realitas kehidupan masyarakat.
Baca juga : BSN Permudah Akses Keuangan Syariah di Muktamar NU
“Program KKN merupakan bentuk tanggung jawab yang dilakukan oleh para ilmuwan, para peneliti, dan kampus sebagai lembaganya, bersama mahasiswa sebagai penggerak roda pemikiran dari para dosen, untuk kemudian tampil di masyarakat,” jelasnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Khairul Munadi menyampaikan, literasi menjadi salah satu aspek penting yang dapat dibangun melalui pelaksanaan KKN. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga berperan dalam memperluas wawasan dan membangun imajinasi anak-anak di daerah.
Menurutnya, KKN juga tidak semata-mata menjadi kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi merupakan ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami realitas kehidupan sekaligus mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.
Baca juga : Gelar Akad Massal 10.000 Unit, BSN Genjot Literasi & Inklusi Keuangan Syariah
Di acara yang sama, Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UNM Farida Patittingi menegaskan komitmen UNM dalam mendukung pelaksanaan KKN Tematik Literasi. Dukungan tersebut antara lain diwujudkan melalui pengumpulan 1.375 eksemplar buku yang disumbangkan secara sukarela oleh unit dan dosen di lingkungan UNM.
Buku-buku tersebut dibawa oleh mahasiswa KKN Tematik Literasi untuk didistribusikan ke seluruh lokasi KKN. Dukungan ini diharapkan memperkuat pelaksanaan kegiatan literasi mahasiswa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.