Dark/Light Mode

Amankan Kekayaan Laut Indonesia

Pemberdayaan Nelayan Cegah Pencurian Ikan Rp 200 Triliun

Sabtu, 15 Agustus 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan sambutan saat menghadiri Peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (13/8/2026). Foto: Dok Kemenko Pangan
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan sambutan saat menghadiri Peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah Tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (13/8/2026). Foto: Dok Kemenko Pangan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan, sekaligus mengamankan kekayaan laut Indonesia agar tidak terus dicuri negara lain.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, lemahnya kondisi nelayan dalam negeri berpotensi membuat Indonesia kehilangan ikan senilai ratusan triliun rupiah.

Hal tersebut disampaikan Zulhas-sapaan akrab Zulkifli Hasan, saat menghadiri peringatan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tangerang Selatan, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, jika nelayan Indonesia tidak berdaya, potensi kerugian akibat pencurian ikan oleh nelayan asing bisa mencapai lebih dari Rp 200 triliun.

Baca juga : MBG Jadi Senjata Tekan Stunting Dan Kemiskinan

“Kalau nelayan kita miskin, tidak berdaya, maka perikanan laut kita Rp 200 triliun lebih ikan kita dicuri oleh nelayan-nelayan lain yang memiliki kemampuan. Ada Thailand, Vietnam, ada Filipina. Kerugian besar,” kata Zulhas.

Menurutnya, kondisi kesejahteraan nelayan saat ini masih menjadi perhatian serius pemerintah. Dia menyoroti Nilai Tukar Nelayan (NTN) yang berada di angka 103. Dengan kondisi tersebut, nelayan masih masuk dalam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

“Nelayan itu termasuk profesi yang paling miskin. Kenapa? Nilai tukarnya 103. Artinya kalau dia tidak diberi bantuan beras 10 kg dan bantuan tunai oleh pemerintah, dia tidak bisa makan dan tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya. Miskin, ini masih desil satu,” ungkapnya.

Karena itu, pemerintah kini memprioritaskan program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan nelayan. Langkah tersebut penting agar nelayan lokal memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk mengelola dan menjaga potensi perikanan Indonesia.

Baca juga : Kawal Kebijakan Ekonomi Prabowo, PKB Bentuk Satgas Prabowonomics

Dia juga meminta dukungan dan doa agar berbagai program pemerintah yang belum berjalan optimal dapat segera terlaksana dengan baik. Kendati begitu, Zulhas bersyukur atas sejumlah program pemerintah yang telah berhasil dijalankan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, berbagai pembangunan dan kebijakan yang dilakukan pemerintah pada dasarnya harus bermuara pada kepentingan bangsa.

“Bangsa Indonesia semuanya berharap ingin maju kan, menjadi bangsa yang unggul,” kata Haedar.

Haedar menuturkan, Presiden Prabowo Subianto bersama seluruh elemen bangsa memiliki keinginan agar Indonesia menjadi negara yang mampu bersaing dengan bangsa lain. Karena itu, kehidupan kebangsaan perlu terus ditata berdasarkan prinsip-prinsip dasar konstitusi.

Baca juga : Anton Sukartono Kembali Pimpin Demokrat Jabar?

Dia juga menekankan pentingnya membangun kebersamaan yang produktif, bukan sekadar kebersamaan yang bersifat simbolik. Menurut Haedar, tantangan dan persoalan Indonesia semakin berat, sehingga membutuhkan kekuatan bersama dari seluruh elemen bangsa. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Sabtu, 15 Agustus 2026 dengan judul "Amankan Kekayaan Laut Indonesia Pemberdayaan Nelayan Cegah Pencurian Ikan Rp 200 Triliun"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.