8Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sering dianggap sepele. Banyak orang, terutama mahasiswa, terbiasa tidur larut malam karena tugas, belajar, bermain gawai, atau aktivitas lainnya. Padahal, tidur yang cukup dan berkualitas memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Kurangnya waktu tidur tidak hanya menyebabkan rasa kantuk pada siang hari, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Tidur memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan melakukan berbagai proses pemulihan. Ketika seseorang tidur, tubuh tetap melakukan berbagai aktivitas penting, termasuk membantu pemulihan jaringan dan menjaga fungsi tubuh. Oleh karena itu, tidur seharusnya tidak hanya dilihat sebagai waktu ketika seseorang berhenti beraktivitas, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Baca juga : Cuaca Berubah, Penyakit Mengintai: Kita Harus Lebih Waspada!
Kurang tidur dapat menyebabkan seseorang merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan lebih mudah mengalami perubahan suasana hati. Bagi mahasiswa, kondisi tersebut tentu dapat mengganggu kegiatan perkuliahan. Seseorang yang mengantuk ketika mengikuti pembelajaran mungkin akan lebih sulit memahami materi dan mempertahankan perhatian. Jika kebiasaan kurang tidur berlangsung terus-menerus, pola hidup tersebut juga dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Kebiasaan tidur yang kurang baik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penggunaan telepon genggam hingga larut malam, jadwal kegiatan yang padat, konsumsi minuman berkafein pada waktu yang tidak tepat, serta kebiasaan menunda pekerjaan dapat membuat seseorang tidur lebih larut. Karena itu, menjaga kualitas tidur membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika tubuh sudah merasa sangat lelah.
Baca juga : Jeritan Petani Menghadapi Anomali Musim Kemarau
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membuat jadwal tidur dan bangun yang lebih teratur. Sebelum tidur, seseorang juga dapat mengurangi penggunaan gawai agar tubuh lebih siap untuk beristirahat. Selain itu, lingkungan kamar yang nyaman dan kebiasaan menyelesaikan tugas lebih awal dapat membantu mengurangi kebiasaan tidur terlalu larut.
Menjaga tidur yang cukup merupakan bagian sederhana dari perilaku hidup sehat. Masyarakat perlu memahami bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan makanan dan aktivitas fisik, tetapi juga dengan waktu istirahat. Dengan memiliki kebiasaan tidur yang lebih baik, seseorang dapat membantu menjaga kondisi fisik, konsentrasi, dan kesiapan menjalani aktivitas sehari-hari.
Baca juga : Era Digital dan Kesehatan Otak Remaja: Menelaah Dampak Konsumsi Short Video
Tidur bukanlah kegiatan yang membuang waktu. Tidur merupakan salah satu kebutuhan penting yang mendukung kesehatan dan kualitas hidup. Oleh karena itu, membiasakan diri memiliki waktu tidur yang cukup dan teratur perlu menjadi bagian dari pola hidup sehat, terutama bagi mahasiswa yang memiliki banyak aktivitas dan tuntutan perkuliahan.
Artikel ini ditulis oleh Putri Cinta Lestari, Luthfiah Mawar, M.K.M., Dr. M. Agung Rahmadi, M.Si., Annisa Ardianti Br Tarigan. Lalu diedit oleh Putri Namira, Nabila Atika Rahma, Peggi Aulia, Lattansabila Lubis, Sri Rahma, Salsabila Siregar, Aninda Listya, dan Sitti Fhadillah Pasaribu, dari IKM 8 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.