Malam hari sering menjadi waktu yang paling sulit untuk berhenti main gadget. Membuka media sosial, menonton video, bermain gim, sering membuat seseorang lupa bahwa waktu tidur sudah semakin dekat. Niat awalnya hanya ingin begadang sebentar, tetapi tanpa disadari jam sudah menunjukkan tengah malam. Mata masih terjaga, sementara tubuh sebenarnya sudah mulai merasa lelah dan membutuhkan istirahat.
Kebiasaan tidur terlalu larut mungkin terlihat sepele jika hanya dilakukan sesekali. Namun, jika berlangsung terus-menerus, tubuh dapat mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Bangun pagi menjadi lebih berat, mata terasa mengantuk, tubuh kurang bertenaga, dan aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan. Bahkan, seseorang bisa merasa sulit berkonsentrasi meskipun sudah berusaha untuk tetap fokus. Hal yang sederhana pun terkadang membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan karena tubuh belum mendapatkan istirahat yang cukup.
Tidur sebenarnya bukan hanya waktu untuk memejamkan mata. Saat seseorang tidur, tubuh memiliki kesempatan untuk beristirahat dan melakukan berbagai proses pemulihan. Otak juga membutuhkan waktu tidur untuk membantu mengatur fungsi tubuh dan mendukung kemampuan berpikir.
Baca juga : Pola Makan Sehat untuk Tubuh Sehat
Karena itu, ketika waktu tidur terus dikurangi, tubuh tidak mendapatkan kesempatan yang cukup untuk melakukan proses tersebut. Tidur yang cukup membantu seseorang merasa lebih segar ketika bangun dan lebih siap menjalani berbagai aktivitas pada hari berikutnya.
Dampak kurang tidur juga dapat dirasakan pada suasana hati. Tubuh yang lelah dapat membuat seseorang lebih mudah merasa kesal, sensitif, atau tidak bersemangat. Hal-hal kecil yang biasanya tidak menjadi masalah terkadang terasa lebih mengganggu ketika tubuh sedang kekurangan istirahat. Jika kondisi ini terus terjadi, aktivitas sehari-hari pun bisa terasa semakin berat. Seseorang mungkin menjadi kurang bersemangat untuk belajar, bekerja, berolahraga, atau melakukan kegiatan yang biasanya disukai.
Di tengah kehidupan yang serba cepat, tidur sering kali menjadi hal yang dikorbankan. Banyak orang merasa harus menyelesaikan berbagai kegiatan terlebih dahulu sebelum beristirahat. Padahal, menambah waktu untuk beraktivitas dengan mengurangi waktu tidur tidak selalu membuat seseorang menjadi lebih produktif. Tubuh yang terlalu lelah justru dapat membuat pekerjaan menjadi kurang maksimal. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat akhirnya dipakai untuk terus melakukan berbagai aktivitas.
Baca juga : Anemia pada Remaja Putri: Masalah Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
Mengubah kebiasaan tidur tidak harus dilakukan secara drastis. Langkah sederhana dapat dimulai dengan menentukan waktu tidur dan bangun yang lebih teratur. Penggunaan ponsel sebelum tidur juga bisa dikurangi agar tubuh lebih siap untuk beristirahat. Selain itu, hindari membiasakan diri menunda tidur hanya karena masih ingin melakukan satu aktivitas lagi. Dengan kebiasaan yang lebih teratur, tubuh akan lebih mudah mengenali waktu untuk beristirahat.
Menjaga waktu tidur merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Tidak semua waktu harus diisi dengan kegiatan. Ada saatnya tubuh membutuhkan jeda untuk mengembalikan energi setelah menjalani hari yang panjang. Memberikan tubuh waktu untuk beristirahat bukan berarti malas atau membuang waktu. Justru, istirahat dapat membantu seseorang kembali menjalani aktivitas dengan kondisi yang lebih baik.
Jadi, ketika tubuh mulai mengantuk, jangan selalu mengatakan, “Sebentar lagi.” Bisa jadi, tubuh sebenarnya sedang meminta kita untuk berhenti sejenak. Karena tidur bukan kemalasan dan bukan pula waktu yang terbuang. Tidur adalah bagian penting dari menjaga tubuh agar tetap siap menghadapi hari berikutnya. Sesibuk apa pun aktivitas yang dijalani, jangan sampai kebutuhan untuk beristirahat selalu menjadi pilihan terakhir.
Baca juga : Bahaya Kurang Aktivitas Fisik bagi Kesehatan
Artikel ini ditulis oleh Nayla Putri, Luthfiah Mawar, M.K.M., dan Dr. M Agung Rahmadi, M.Si. Lalu diedit oleh Makayla Aisyah, Khayla Terre Fany, Najwa Chairun Naya, Nawar Wulan, Gita Zaskya Putri Tanjung, Nafisah Luthfi Azizah, Kayla Humairoh, dan Nur Intan dari IKM 10 Stambuk 2026, Fakultas Kesehatan Masyarakat, UIN Sumatera Utara.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.