Sebelumnya
Bagi masyarakat, PMN tersebut akan merealisasikan hadirnya transportasi massal yang lebih efisien dan modern, menyerap lapangan pekerjaan, pengurangan emisi/penggunaan BBM, dan penghematan waktu perjalanan.
Baca juga : Jelang Pergantian Tahun, BPJS Kesehatan Ungkap 5 Capain Di 2021
Bagi negara, PMN akan membantu mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional berbasis perkeretaapian, mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar stasiun maupun potensi pengembangan kawasan baru, dan peningkatan pendapatan negara baik secara langsung maupun tidak langsung. Serta meningkatkan citra positif Indonesia di mata dunia, dengan dioperasikannya kereta cepat dan LRT yang dioperasikan tanpa masinis.
Baca juga : Tangguh Melawan Pandemi, Pegadaian Raih Top BUMN Awards 2021
Sementara bagi KAI, PMN akan memberikan perbaikan struktur modal perusahaan dan kapasitas usaha dalam menyelesaikan dua proyek strategis nasional .dengan mempertimbangkan kondisi keuangan KAI yang terdampak pandemi Covid-19.
Didiek menjelaskan, sampai dengan 16 Desember 2021 ini, proyek LRT Jabodebek telah mencapai 78,39 persen dan ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2022.
Baca juga : Kembangkan Sains dan Bisnis, UAI dan UniBraw Tekan MoU
Sedangkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, per 28 Desember, progress-nya telah mencapai 79,65 persen. Kereta cepat ini ditargetkan dapat beroperasi pada Desember 2022.
"KAI akan terus mengawal jalannya kedua proyek strategis nasional berbasis perkeretaapian, agar dapat beroperasi tepat waktu, dengan tetap memperhatikan unsur-unsur tata kelola perusahaan yang baik," tutup Didiek. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.