BREAKING NEWS
 

Pembangunan PSN Berbasis Perkeretaapian Berlanjut

KAI Siap Manfaatkan PMN Dari APBN 2021

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 31 Desember 2021 08:51 WIB
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo (kiri) menunjukkan dokumen Komitmen KPI Pelaksanaan Penyertaan Modal Negara Tahun 2021 yang telah diteken di Jakarta, Kamis (30/12). (Foto: Humas KAI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI siap melanjutkan pembangunan proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, menyusul terealisasinya penambahan penyertaan modal negara (PMN) dari APBN 2021 sebesar Rp 6,9 triliun.

 

Sarana Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (Foto: Humas KAI)

 

Baca juga : Jelang Pergantian Tahun, BPJS Kesehatan Ungkap 5 Capain Di 2021

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, PMN ini akan digunakan untuk membiayai cost overrun LRT Jabodebek dan pemenuhan base equity Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Adanya kepercayaan pemerintah untuk memberikan penambahan PMN, menjadikan KAI dapat melanjutkan penugasan proyek-proyek strategis nasional," ujar Didiek  usai penandatanganan Komitmen KPI Pelaksanaan Penyertaan Modal Negara Tahun 2021 di Jakarta, Kamis (30/12).

KAI akan mengelola PMN sesuai Good Corporate Governance, akuntabel dan transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh masyarakat.

Baca juga : Tangguh Melawan Pandemi, Pegadaian Raih Top BUMN Awards 2021

Sesuai Perpres Nomor 49 Tahun 2017, KAI ditugaskan untuk menyelenggarakan sarana dan prasarana LRT Jabodebek.

Perpres tersebut menyebutkan, KAI dapat memperoleh dukungan pemerintah berupa pemberian PMN. Dana PMN sebesar Rp 2,6 triliun untuk LRT Jabodebek  akan digunakan untuk cost overrun  akibat keterlambatan pembebasan lahan Dipo yang berdampak pada peningkatan biaya pra-operasi, biaya interests during construction, dan biaya-biaya lainnya.

Sesuai Perpres 93 Tahun 2021, KAI ditunjuk sebagai pimpinan konsorsium BUMN proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung  dan menetapkan bahwa pemerintah dapat memberikan PMN kepada pimpinan konsorsium BUMN.

Adsense

Baca juga : Kembangkan Sains dan Bisnis, UAI dan UniBraw Tekan MoU

Dana PMN Rp 4,3 triliun akan digunakan untuk pemenuhan base equity konsorsium BUMN Indonesia.

Base equity ini perlu dipenuhi, agar dana dari CDB dapat dicairkan, sehingga pembangunan proyek KCJB dapat tetap dapat dilakukan.

"Pemberian PMN tersebut juga akan memberikan multiplier effect. Baik bagi masyarakat, negara, dan KAI itu sendiri," tambah Didiek.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense