Sebelumnya
Pertama, Lintas Pelayanan (LP 1) Cibubur-Cawang, LP 2 Cawang-Dukuh Atas, LP 3 Bekasi Timur-Cawang. Terdapat 17 stasiun dan satu stasiun yang terkoneksi dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Sedangkan pembangunan tahap dua akan dilanjutkan ke arah Bogor, lalu dari Dukuh Atas yang diperpanjang menuju Grogol dan Senayan, dan ke beberapa daerah lainnya.
“LRT Jabodebek adalah bukti karya bangsa yang menghadirkan rute strategis,” katanya.
Pecahkan Masalah Transportasi Massal
Baca juga : Kepengurusan IMI Akan Dibentuk Hingga Tingkat Kabupaten/Kota
Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Edi Nursalam mengatakan, pergerakan orang di Jabodetabek sekitar 83 juta per hari. Sedangkan kapasitas angkutan umum baru bisa melayani sekitar 19-20 persennya.
Karena itu, LRT ini dibangun dengan tujuan untuk membantu memecahkan masalah dalam menyediakan fasilitas transportasi massal.
“Kurangnya kapasitas transportasi massal ini membuat masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi,” kata Edi.
Akibatnya, penggunaan kendaraan pribadi ini menyebabkan pengurangan kecepatan dan waktu tempuh yang begitu panjang antara dua hingga tiga jam menuju pusat kota.
Baca juga : Selama 2021, Black Canyon Buka Dua Outlet di Surabaya dan Jakarta
Bahkan, dari hasil penelitian tahun lalu, kerugian akibat kemacetan ini, khususnya di Jakarta mencapai Rp 100 triliun dalam setahun. Di mana, Jakarta juga menjadi 10 kota termacet di dunia, dengan pergerakan kendaraan atau mobil sebanyak 996 ribu kendaraan per hari.
Edi yakin, kalau LRT bisa menjadi pilihan mobilitas masyarakat, maka akan terjadi shifting (perpindahan) dari pengguna kendaraan pribadi. Yang akhirnya, bisa mengurangi kemacetan dan bisa menampung lebih banyak penumpang.
Pasalnya, LRT Jabodebek memiliki kapasitas penumpang yang dalam kondisi normal bisa menampung sebanyak 740 penumpang. Sementara saat kondisi padat, sebanyak 1.308-1.500 penumpang.
Nantinya, akan ada 31 rangkaian, dengan enam kereta setiap rangkaian. Sehingga, total ada 186 unit kereta siap beroperasi.
Baca juga : Investasi 2021 Capai Rp 11 T, Kota Tangerang Menarik Bagi Investor
“Ketika beroperasi, ada 560 perjalanan per hari yang melintasi 18 stasiun. Dengan head way di lintas pelayanan 1 dan 3 selama 6 menit, dan 3 menit di lintas pelayanan 2. Waktu tempuhnya kisaran 30 menit sampai 40 menit,” jelasnya.
Saat ini, kesiapan operasional sudah 24,50 persen. Mulai dari kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), time table dan skenario operasi, prosedur oeprasi dan perawatan. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.