Sebelumnya
Pemberdayaan perempuan tersebut,menurut Rudy Prasetya merupakan komitmen TAPG dalam pengembangan potensi ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, untuk terus mendorong kemandirian ekonomi di sekitar area konsensi, terutama para ibu Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK).
“Program DMPA ini telah diinisiasikan di seluruh perusahaan anak sejak 2018 tersebut. Selain untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi yang ramah lingkungan, juga sebagai upaya pencegahan terjadinya Karhutla,” jelas Rudy Prasetya.
Baca juga : Pemerintah Genjot Pengembangan Kawasan Hortikultura Berorientasi Ekspor
Guna memperkuat kelembagaan dalam mengembangkan dan mengelola sumber potensi ekonomi desa itulah, lanjut Rudy Prasetya, program ini juga diintegrasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sementara terkait Program DMPA, hingga akhir 2021, Perseroan telah membina 25 desa, membentuk dan memfasilitasi 46 BUMDes, serta sekitar 3.500 Kepala Keluarga telah menerima manfaat dari program ini.
Baca juga : Genjot Perekonomian Lokal, KKP Bakal Bangun Kampung Bandeng Di Gresik
Berbagai jenis usaha yang dikembangkan adalah, pertama, budidaya ikan, yaitu nila, patin, lele, dan sebagainya; Kedua, peternakan ayam broiler, sapi, dan babi; Ketiga, pertanian, yaitu padi dan bawang merah; Dan keempat, usaha jahit dan sebagainya.
"Perseroan akan terus mendorong program DMPA untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekitar. Antara lain, dengan membantu mengkaji potensi desa yang dimiliki secara partisipatif, sebagainya,"pungkas Rudy Prasetya. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.