Dewan Pers

Dark/Light Mode

Perjuangkan Perdamaian Dunia

Puan Makin Wangi

Selasa, 22 Maret 2022 06:27 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Sidang Umum Inter–Parliamentary Union (IPU) ke–144 yang berlangsung di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, Senin (21/3/2022). (Foto: Istimewa).
Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Sidang Umum Inter–Parliamentary Union (IPU) ke–144 yang berlangsung di Bali International Convention Centre (BICC) Nusa Dua, Bali, Senin (21/3/2022). (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di Bali, dimanfaatkan Ketua DPR, Puan Maharani untuk memperjuangkan perdamaian dunia. Sikap Puan ini membuat namanya makin wangi.

Peperangan yang terjadi di beberapa negara menjadi satu di antara isu penting yang ditekankan Puan dalam Sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) ke-144 di International Convention Centre (BICC) The Westin, Nusa Dua, Bali, 20-24 Maret 2022.

Hal tersebut disampaikan Puan saat membuka sidang IPU. Dia berpidato setelah Presiden IPU, Duarte Pachec.

Berita Terkait : Kapolri Pastikan Jajarannya Awasi Distribusi Dan Harga Penjualan Minyak Goreng

Mula-mula, Puan yang mengenakan baju berwarna hitam dipadu blazer hitam bercorak batik berwarna emas itu, mengingatkan para delegasi IPU dapat membangun konsesus besar mengatasi berbagai masalah global. “Pertemuan kita hari ini datang pada saat yang sangat penting, di mana dunia sedang menghadapi tantangan global yang kompleks,” kata Puan.

Adapun tantangan global yang dimaksud Puan, mulai dari konflik antar-negara, pandemi yang berkepanjangan, dan tantangan yang ditimbulkan oleh perubahan iklim. Untuk itu, dia berharap, di tengah ketidakpastian ini, IPU memastikan proses penyusunan kebijakan menghasilkan hasil yang kuat.

“Bagi DPR, kami mengakui pentingnya diplomasi parlemen yang dapat berkontribusi menjembatani perbedaan antar negara serta memperkuat kerja sama internasional, multilateralisme, dan menolak unilateralisme,” tambah perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu.

Berita Terkait : IPU Dukung Perdamaian Rusia-Ukraina

Menurut politisi PDIP itu, perlu upaya memperkokoh fondasi demokrasi. Karena di saat pandemi, demokrasi di berbagai negara mengalami tantangan. “Sesuai tujuan IPU, kita harus menggunakan kesempatan ini untuk memperkuat demokrasi, perdamaian, hak asasi manusia, dan pembangunan berkelanjutan,” sambung dia.

Puan menilai, IPU merupakan momentum bagi parlemen untuk menyebarkan budaya damai. Termasuk krisis kemanusiaan akibat perang Rusia dan Ukraina yang hingga kini masih berlangsung. “Melalui upaya damai, pertemuan IPU ini mendorong diakhirinya perang di Ukraina. Tentunya kita mengharapkan perang segera berakhir, dan dilakukan gencatan senjata,” ujar Ketua DPP PDIP itu.

Puan kemudian menekankan pentingnya penghormatan kepada hukum internasional, piagam PBB, dan perlunya peneguhan terhadap integritas teritori untuk mencapai resolusi konflik Rusia dan Ukraina.

Berita Terkait : Ekonom Nilai Tepat Penjualan Pertamax Ikuti Harga Pasar

“Namun, kita jangan melupakan juga untuk menyelesaikan konflik di berbagai belahan bumi lainnya. Pertemuan ini juga dapat mendesak tercapainya kemerdekaan penuh Palestina,” tegas Puan.
 Selanjutnya