Sebelumnya
konsumen di segmen milenial tersebut.
“Tidak bisa dibandingkan apple to apple. Tapi kami optimistis masih lebih baik jika dibandingkan dengan e-commerce jual beli rumah,” yakin Andi.
Dia pun menyebutkan, dari angka statistik kunjungan ke portal BTN Properti, tercatat sebanyak 5 juta pengunjung.
”Ini angka kunjungan yang baik. Dari jumlah itu, yang sampai benar-benar ke proses akad kredit masih kurang dari 5 persen dalam kurun setahun. Tapi nilai transaksinya sudah mendekati Rp 1 triliun,” ungkapnya.
Baca juga : Mantan Direktur WHO Berbagi Pengalaman Merawat 8 Pasien Isoman Di Rumah
Rata-rata unit rumah yang dibeli berada di bawah harga Rp 500 juta. Artinya, ke depan masih akan terus bertambah aplikan-aplikan yang berasal dari para milenial.
Namun, dia menyadari, perseroan tidak bisa mematok target penjualan online berdasarkan jumlah kunjungan portal. Mengingat, karakteristik masyarakat yang masih ingin membeli rumah dengan melihat fisiknya langsung, dan mempertimbangkan lokasi perumahan.
Untuk itu, pihaknya akan menggenjot edukasi kepada konsumen, agar merasakan feel-nya membeli rumah secara digital.
Selain BTN Properti, pihaknya juga mengembangkan layanan digital untuk memperkuat mortgage ecosystem melalui aplikasi pendukung. Seperti BTN Properti for Developer dan BTN Smart Residence.
Baca juga : Gandeng Rekosistem, Lion Parcel Komitmen Wujudkan Bisnis Ramah Lingkungan
BTN Properti for Developer memiliki fitur-fitur yang diperuntukkan kepada para pengembang properti untuk dapat melakukan manajemen stok secara online dan tersedia setiap saat.
Sedangkan BTN Smart Residence merupakan layanan pascarealisasi dalam melakukan transaksi pembayaran rutin untuk memenuhi kebutuhan rumah, seperti pembayaran listrik maupun PDAM.
Terpisah, Human Capital Division Head Bank BTN Abdul Firman mengatakan, sejak 1976 sampai saat ini, perseroan telah menyalurkan KPR kepada lima juta unit rumah. Dengan nilai mencapai Rp 328 triliun.
“Sejak awal, fokus BTN adalah pembiayaan perumahan. Dengan portofolio 90 persennya adalah kredit perumahan,” katanya dalam diskusi virtual Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) ke #71, Kamis (31/3).
Baca juga : Berubah Bisa Menang, Diam Bisa Mati
Sampai akhir 2021, KPR tumbuh 9,7 persen, meningkat dibandingkan triwulan III-2021 sebesar 9,3 persen. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, BTN mulai memberikan pembiayaan KPR kepada generasi milenial, yakni tercata lebih dari 388 ribu unit.
“Total pembiayaan yang diberikan BTN kepada milenial mencapai Rp 66,7 triliun dalam tiga tahun terakhir,” pungkasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.