Dewan Pers

Dark/Light Mode

BPJPH Pantau Ekosistem Industri Halal Di Pabrik Danone SN Indonesia

Sabtu, 23 Oktober 2021 15:47 WIB
Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham (Foto: Dok. Kemenag)
Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama mengunjungi PT Nutricia Indonesia Sejahtera, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia, di Pabrik Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (19/10). Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan agar BPJPH dapat lebih memahami situasi industri. Sekaligus menampung aspirasi industri dalam perannya sebagai regulator halal di Indonesia.

Dia menerangkan, menguatnya industri halal di Tanah Air berimplikasi positif pada peningkatan perekonomian masyarakat. Karena itu, sertifikasi halal penting untuk meningkatkan volume produksi dan penjualan.

"Sertifikasi halal, selain sebagai bentuk perlindungan akan jaminan kehalalan produk, juga memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing produk," kata Aqil Irham, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (23/10).

BPJPH, lanjutnya, juga bersikap terbuka untuk bersinergi dan berdiskusi secara inklusif dengan berbagai pihak. Termasuk dengan Danone Indonesi, lewat komitmennya melakukan sosialisasi tahunan dan pelatihan kehalalan dalam memperbarui persyaratan halal sesuai aturan pemerintah. “Proses produk halal yang konsisten patut menjadi contoh bagi pelaku usaha yang lain,” pesannya.

Kunjungan BPJPH ini disambut Kepala Pabrik Ciracas Factory Danone SN Indonesia Yudhitia Ari Winanto. Dalam pertemuan tersebut, Yudhitia memaparkan tentang sistem jaminan halal yang diterapkan di Danone SN Indonesia.

Ia menyatakan, perusahaan memiliki komitmen yang sangat tinggi terkait jaminan halal. Selama ini, unit produksi telah menjalankan proses produk halal (PPH). Pihaknya juga memastikan bahwa penggunaan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi telah memiliki sertifikat halal.

"Selain itu, proses pengolahan, pengemasan produk yang dihasilkan, hingga aktivitas pendistribusian produk juga dilakukan dengan memenuhi standar kehalalan. Perusahaan juga telah mencantumkan label halal pada kemasan produk-produk," jelas Yudhitia.

Ia menambahkan, komitmen terhadap produk halal serta praktik bisnis dan pemasaran yang sesuai kode etik sejalan dengan misi Danone SN Indonesia untuk menjadi pilihan pertama dalam solusi nutrisi, pendidikan gizi, dan kesehatan.

VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto sangat mengapresiasi kesediaan BPJPH yang proaktif mengunjungi dan berdiskusi langsung dengan para pelaku industri.

"Semoga dengan adanya kunjungan ini akan membuka iklim komunikasi yang lebih baik antara industri dan BPJPH, serta aspirasi industri terkait implementasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 yang mengatur wajib halal bagi produk makanan dan minuman hingga Oktober 2024 dapat tersampaikan dengan lebih baik," kata Vera.

Sejak 2017, BPJPH dan Danone Indonesia telah membangun hubungan baik. Kedua pihak rutin menyelenggarakan acara diskusi tahunan yang bersifat konstruktif terkait jaminan produk halal di Indonesia. [SAR]