BREAKING NEWS
 

Ciptakan Tas Fesyen Modern Berbalut Kain Tradisional

Hana Cs Ingin Anak Muda Bangga Pakai Produk Lokal

Reporter : MERRY APRIYANI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 30 Juni 2019 17:36 WIB
Beberapa koleksi Twiggies yang dipajang di pameran mall Gandaria City, Jakarta Selatan. (Foto: Mery/Rakyat Merdeka).

RM.id  Rakyat Merdeka - Gaya modern yang digabungkan dengan tradisional bukan barang baru lagi di industri fesyen. Twiggies salah satu usaha yang terus mengembangkan ide itu ke dalam desain tas.

Adalah tiga sahabat, Hana Elisa Mandey, Natasya Mahidi dan Meta Schultheis, yang berada di balik kesuksesan merek tas Twiggies. Tahun lalu ibu-ibu muda itu mengibarkan bendera Twiggies. “Berawal dari kecintaan kami terhadap kain tradisional. Idenya adalah bagaimana kain tradisional ini dieksplor, tapi modelnya nggak melulu soal kain.

Tapi dalam bentuk lain,” beber Hana Elisa Mandey kepada Rakyat Merdeka. “Kemudian kita menambah hal yang kami sukai. Ya kami semua sangat suka tas. Gaya kami nggak yang feminin, tapi lebih cenderung casual dan sporty. Itulah yang coba kami deskripsikan dalam tiap produk Twiggies,” tambah dia.

Baca juga : Pemindahan Ibu Kota Lebih Murah Dari Proposal Anies

Sebagaimana bentuk tas pada umumya, produk keluaran Twiggies biasanya berbentuk persegi, persegi panjang hingga bulat. Yang membedakan dan sekaligus menjadi identitas produknya, adalah sentuhan kain tradisional di setiap model tas. Misalnya, kilauan emas dari kain songket dijadikan motif dari salah satu tas Twiggies. Begitu juga kain lurik, dan kain tenun khas Nusantara lainnya yang diaplikasikan pada produk.

Adsense

Keunikan ini biasanya sukses menarik minat konsumen. “Kainnya dari Palembang dan ada juga songket Bali. Kalau, batik kita baru pakai yang lurik. Modern tapi juga etniknya pasti terasa,” kata Hana lagi. Meski dianggap modern, tapi Natasya Mahidi meyakinkan bahwa produknya tetap bernilai etnik dan unik.

Makanya, soal desain sangat dipikirkan mereka. Kalau ditanya soal inspirasi, imbuhnya, saat menggambar desain, biasanya dia membayangkan wajahnya. Karena dia ingin membuat tas yang bisa dipakai anak, tapi saat dia ingin memakainya, nggak akan malu alias masih cocok. “Saya seorang ibu usia 45 tahun, saya pakai. Anak saya yang umurnya 15 tahun juga, pakai lho. Dan, Ibu saya usianya lebih dari 60 tahun juga masih bisa pakai,” jelas dia lagi.

Baca juga : Apresiasi Pelanggan Setia, Pertamina Meriahkan BEP di Pekanbaru

Karena itulah mereka melibatkan anak-anak mereka dalam usaha tersebut. Misalnya, setiap produk seriesnya diberi nama dari buah hati mereka. “Bukan apa-apa sih. Kami juga mau ajarkan ke anak kalau kita itu Indonesia kaya banget. Dalam hal ini kain tradisional. Lewat mereka juga kami pengen, anak muda di luar sana juga nggak malu pakai produk lokal.

Jangan pakai produk impor terus merasa bangga banget,” lanjut Natasya. Dengan kualitas dan model menarik di tiap produknya, Twiggies membanderol tasnya dari mulai Rp 550 ribu hingga Rp 1 jutaan. Selain penjualan lewat website, Twiggies juga kerap mengikuti pameran. Sekiranya, dalam satu bulan omzet Twiggies bisa mencapai lebih dari Rp 60 juta.

“Ke depannya sih pengen buat fesyen yang lain. Semoga ya, tapi sekarang concern dulu ke tas. Terus belajar dan memperbaiki kualitas produk kami,” kata Natasya. Tapi yang jelas, tambahnya, trio sabahat ini berharap suatu saat bisa menembus pasar internasional. Karena mereka pede, produk Twiggies memang bagus. “Dan kualitasnya udah pas buat ke luar negeri,” klaim Hana. [MER]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense